Notification

×

Iklan

Iklan

Program Vokasi 2026 Dimulai, Pemerintah Targetkan 70 Ribu Tenaga Kerja Terlatih

Kamis, 09 April 2026 | April 09, 2026 WIB Last Updated 2026-04-09T04:29:01Z
Kilas Java, Bekasi — Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan mulai menggerakkan mesin peningkatan kualitas tenaga kerja nasional. Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch I Tahun 2026 resmi diluncurkan dan diikuti lebih dari 10 ribu peserta dari lulusan SMA dan SMK sederajat.

Peluncuran program dipusatkan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bekasi pada Rabu, 8 April 2026. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli membuka kegiatan tersebut didampingi Wakil Menteri Afriansyah Noor, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Darmawansyah, serta Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe.

Yassierli menempatkan pelatihan vokasi sebagai instrumen strategis dalam menjawab persoalan klasik ketenagakerjaan: kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dan kebutuhan industri. Menurut dia, program ini tidak sekadar pelatihan, tetapi bagian dari desain besar peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sepanjang 2026, pemerintah menargetkan 70 ribu peserta mengikuti program ini dengan pembiayaan dari APBN. Untuk tahap awal, pelatihan telah dimulai serentak sejak 1 April 2026.

Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya jumlah pendaftar melalui platform Skillhub yang mencapai 29.850 orang pada tahap pertama. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.405 peserta dinyatakan lolos, terdiri atas 5.833 peserta melalui jalur seleksi dan 4.572 peserta melalui skema kerja sama afirmatif dengan mitra industri dan komunitas.

Peserta tersebar di berbagai fasilitas pelatihan, meliputi 21 Balai Latihan Kerja, 13 satuan pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Binalavotas, serta 46 BLK Unit Pelaksana Teknis Daerah. Distribusi ini mencerminkan upaya pemerintah memperluas akses pelatihan secara merata di berbagai wilayah.

Pelaksanaan serentak menjadi pendekatan baru yang diusung pemerintah untuk memastikan setiap pencari kerja memiliki peluang yang setara dalam meningkatkan kompetensi. 

Skema ini juga dirancang inklusif, termasuk membuka ruang bagi penyandang disabilitas agar dapat terlibat dalam sistem pelatihan nasional.

Lebih dari sekadar pelatihan, program ini menunjukkan indikasi keterhubungan langsung dengan kebutuhan industri. Sekitar 50 persen peserta pada batch pertama telah mengantongi komitmen penempatan kerja setelah menyelesaikan pelatihan.

Pemerintah juga menyiapkan berbagai dukungan bagi peserta selama mengikuti program. Fasilitas tersebut mencakup pelatihan tanpa biaya, konsumsi harian, bantuan transportasi, perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, sertifikat pelatihan, sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi, hingga fasilitas asrama untuk program tertentu.

Direktur Jenderal Binalavotas Darmawansyah menyebutkan bahwa desain pelatihan vokasi kini difokuskan untuk menjembatani kebutuhan riil industri dengan ketersediaan tenaga kerja terampil. Pendekatan ini diharapkan dapat menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan produktivitas nasional.

Untuk menjaga akuntabilitas, seluruh proses pendaftaran dan seleksi dilakukan secara terpusat melalui platform Skillhub. Sistem ini memungkinkan proses yang lebih transparan, terukur, dan terbuka bagi publik. (Nayla).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update