Notification

×

Iklan

Iklan

Usung Garden of Hope, Surabaya Vaganza 2026 Tampilkan Wajah Harmoni Kota Surabaya

Minggu, 17 Mei 2026 | Mei 17, 2026 WIB Last Updated 2026-05-17T01:44:17Z
KILAS JAVA, SURABAYA — Pusat Kota Surabaya berubah menjadi lautan manusia pada Sabtu malam (16/5/2026). Ribuan warga memadati sisi jalan sejak sore untuk menyaksikan Surabaya Vaganza 2026, parade budaya tahunan yang kembali digelar Pemerintah Kota Surabaya dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733.

Sorak penonton, gemerlap lampu parade, serta deretan mobil hias yang melintas menciptakan atmosfer perayaan yang hidup di sepanjang jalur utama kota. 

Agenda tahunan tersebut kembali menjadi magnet hiburan warga sekaligus ruang pertunjukan budaya yang memperlihatkan wajah Surabaya sebagai kota modern yang tetap menjaga identitas lokalnya.

Tahun ini, Surabaya Vaganza mengangkat tema Garden of Hope. Tema tersebut menggambarkan harapan, keberagaman, dan semangat kebersamaan masyarakat Surabaya di tengah perkembangan kota yang terus bergerak maju.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, Surabaya Vaganza bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Menurutnya, parade tersebut menjadi cerminan kekuatan sosial masyarakat Surabaya yang tumbuh dengan semangat kekeluargaan dan gotong royong.

“Menyambut HJKS ke-733, ini menunjukkan keindahan Surabaya, kekeluargaan Surabaya,” kata Eri sebelum memberangkatkan peserta parade.

Ia juga menyebut, masuknya Surabaya Vaganza ke dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 menjadi capaian penting bagi Kota Surabaya. Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa sektor budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif Surabaya memiliki daya saing serta terus berkembang secara konsisten.

“Surabaya Vaganza tahun ini mengusung tema Garden of Hope dan telah masuk Karisma Event Nusantara 2026. Hal ini menunjukkan bahwa budaya, pariwisata, serta ekonomi kreatif di Surabaya terus bergerak positif,” ujarnya.

Surabaya Vaganza selama ini memang memiliki posisi penting dalam rangkaian HJKS. Bagi Pemerintah Kota Surabaya, agenda tersebut bukan hanya menjadi hiburan rakyat, melainkan juga sarana memperkuat identitas kota melalui pendekatan budaya dan partisipasi publik.

Parade itu juga menjadi ruang kolaborasi berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas seni, pelaku budaya, pelajar, instansi pemerintah, hingga pelaku usaha kreatif. 

Kehadiran ribuan warga setiap tahun memperlihatkan bahwa Surabaya Vaganza telah menjadi bagian dari tradisi urban yang dinantikan masyarakat.

Di sisi lain, kegiatan tersebut turut memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Ramainya kawasan pusat kota selama acara berlangsung ikut menggerakkan sektor UMKM, kuliner, transportasi, hingga jasa informal masyarakat sekitar.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, rute Surabaya Vaganza 2026 dimulai dari Jalan Pahlawan, melintasi Jalan Tunjungan, hingga berakhir di kawasan Bambu Runcing. Sepanjang rute itu, masyarakat disuguhi berbagai penampilan budaya, pertunjukan seni, hingga parade mobil hias yang menjadi daya tarik utama.

Virjaz, warga Dupak Bangun Rejo, mengaku baru pertama kali menyaksikan langsung Surabaya Vaganza setelah sebelumnya menjalani studi di Yaman.

“Alhamdulillah, hari ini adalah pertama kali saya menyaksikan langsung Surabaya Vaganza, karena sebelumnya saya sebagai warga Surabaya merantau studi di Yaman. Ini saya balik ke Surabaya bisa leluasa menyaksikan Parade Vaganza,” ujarnya.

Menurut dia, Surabaya Vaganza layak dipertahankan sebagai agenda tahunan karena mampu menghadirkan hiburan keluarga yang terbuka dan meriah bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia juga mengapresiasi pengamanan selama kegiatan berlangsung yang dinilai cukup tertib.

“Keamanan di lokasi cukup baik dan dari TNI, Polri, Satpol PP, serta Dishub turut hadir untuk mengamankan acara tersebut,” tuturnya.

Antusiasme masyarakat yang terus memadati jalur parade menjadi gambaran bahwa Surabaya Vaganza bukan hanya sebuah pertunjukan tahunan. 

Agenda tersebut telah berkembang menjadi ruang kebersamaan warga sekaligus etalase budaya Kota Surabaya yang memperlihatkan optimisme dan semangat kolektif dalam menyambut usia kota yang ke-733. (Firdi).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update