Kilas Java, Surabaya - Konsolidasi kekuatan alumni kembali ditegaskan dalam pelantikan pengurus Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) periode 2025–2030. Agenda yang digelar di Plaza Airlangga, Kampus MERR-C Mulyorejo, Rabu, 8 April 2026, itu menghadirkan pimpinan universitas, pengurus pusat, serta jejaring alumni lintas sektor.
Pelantikan ini tidak berhenti pada seremoni organisasi. Ia menjadi penanda penguatan posisi alumni sebagai simpul strategis yang menghubungkan kampus dengan dunia profesional, industri, hingga pemerintahan.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Universitas Airlangga, Mochammad Amin Alamsjah, menyebut IKA UNAIR memegang peran penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi.
Dalam sambutan yang dibacakan mewakili rektor, ia menilai relasi kampus dan alumni tidak lagi bersifat simbolik, melainkan kolaboratif dan produktif.
Menurut Amin, alumni merupakan representasi capaian institusi sekaligus mitra aktif dalam pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas lulusan, hingga pembukaan akses kerja. Ia juga menyinggung pentingnya jejaring global sebagai bagian dari strategi meningkatkan daya saing perguruan tinggi.
Kehadiran Sekretaris Universitas Dwi Setyawan bersama jajaran pimpinan lain memperlihatkan dukungan institusi terhadap peran alumni. Dalam forum itu, pesan yang mengemuka relatif seragam: alumni dituntut tidak sekadar menjadi kebanggaan, tetapi juga aktor perubahan.
Amin mengingatkan pentingnya menjaga nilai dasar Universitas Airlangga, Excellence with Morality. Ia menilai keunggulan akademik harus berjalan beriringan dengan integritas moral, terutama di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.
Pesan tersebut berkelindan dengan harapan agar alumni mampu menghadirkan solusi konkret di masyarakat. Peran itu mencakup berbagai sektor, dari kebijakan publik hingga inovasi berbasis keilmuan.
Pelantikan pengurus dilakukan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat IKA UNAIR yang juga Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Dalam prosesi tersebut, sejumlah komisariat fakultas, pengurus wilayah, dan cabang resmi dikukuhkan untuk masa bakti lima tahun ke depan.
Struktur yang dilantik mencakup komisariat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Keperawatan, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Fakultas Vokasi, Fakultas Psikologi, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Selain itu, pengurus wilayah Jawa Timur dan cabang di Bangkalan, Sidoarjo, serta Malang Raya turut menjadi bagian dari formasi baru.
Mewakili Ketua Umum, Bambang Sektiari Lukiswanto menekankan pentingnya agenda kerja yang adaptif. Ia menggarisbawahi bahwa dinamika sosial, ekonomi, dan teknologi menuntut organisasi alumni untuk responsif sekaligus inovatif.
Ia mengutip arahan Khofifah yang mendorong IKA UNAIR agar memperkuat sinergi lintas sektor. Menurut dia, kolaborasi menjadi kunci agar alumni dapat berkontribusi nyata dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Bidang Organisasi dan Keanggotaan memperkenalkan aplikasi resmi IKA UNAIR yang telah tersedia di PlayStore.
Platform digital ini dirancang sebagai sarana integrasi data alumni sekaligus penguatan komunikasi dan kolaborasi antaranggota.
Peluncuran aplikasi tersebut menandai langkah digitalisasi organisasi yang diharapkan mampu memperluas jangkauan jejaring alumni, sekaligus mempercepat distribusi informasi dan program kerja. (Nayla).

