Notification

×

Iklan

Iklan

Dokter Muda FK Unusa Pilih Pulang ke Tarakan, Bidik Spesialis Jantung demi Daerah

Rabu, 11 Februari 2026 | Februari 11, 2026 WIB Last Updated 2026-02-11T09:19:59Z
Kilas Java, Surabaya – Kekurangan tenaga kesehatan, khususnya dokter, di luar Pulau Jawa masih menjadi pekerjaan rumah besar sistem kesehatan nasional. Di tengah persoalan klasik tersebut, Muhammad Rafli justru memilih jalan yang tak banyak diambil: pulang dan mengabdi.

Rafli menjadi salah satu dokter yang dilantik dan diambil sumpahnya di Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK Unusa), Rabu (11/2) siang. Alih-alih mencari peluang di kota besar, ia menegaskan komitmennya untuk kembali ke Tarakan, Kalimantan Utara, dan memperkuat pelayanan kesehatan di kampung halamannya.

Bagi Rafli, keputusan itu bukan sekadar romantisme pulang kampung. Ia menyebutnya sebagai pilihan hidup yang sadar dan terencana.

“Pulang dan mengabdi di daerah asal itu bukan keterpaksaan. Itu pilihan hidup saya. Saya ingin membantu meningkatkan kualitas kesehatan di sana sekaligus tetap dekat dengan keluarga,” ujarnya.

Anak bungsu dari tiga bersaudara itu tumbuh dalam keluarga yang akrab dengan dunia medis. Dua kakaknya lebih dulu menjadi dokter umum dan telah mengabdi di Tarakan. Atmosfer keluarga yang sarat nilai pengabdian mempertebal keyakinannya bahwa profesi dokter bukan semata pekerjaan, melainkan tanggung jawab sosial.

Tarakan memang tak lagi menyandang label daerah 3T seperti beberapa tahun silam. Pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi terus bergerak. Namun, menurut Rafli, ketersediaan dokter masih belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat.

“Tarakan dulu termasuk daerah 3T. Sekarang sudah berkembang, tapi kebutuhan dokternya masih sangat dibutuhkan,” tuturnya.

Selepas pelantikan, Rafli berencana menjalani program internship di Tarakan. Ia memandang masa pengabdian tersebut sebagai momentum strategis, baik untuk memperkuat layanan kesehatan di daerah maupun sebagai pijakan untuk melanjutkan pendidikan spesialis.

Sejak duduk di bangku kuliah, ia telah menaruh minat serius pada Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. Ketertarikan itu tumbuh dari proses akademik yang panjang dan intens.

Rafli aktif mengikuti seminar, olimpiade, hingga riset yang berkaitan dengan kesehatan kardiovaskular. Ia juga sempat terlibat dalam sejumlah penelitian bersama dokter spesialis jantung di Universitas Airlangga sebagai asisten peneliti. Pengalaman tersebut membuka perspektifnya tentang kompleksitas penyakit jantung sekaligus urgensi penanganannya.

“Belajar jantung itu kompleks dan menantang, tapi dampaknya sangat besar bagi kualitas hidup pasien. Dari situ saya merasa ini bidang yang ingin saya dalami,” katanya.

Pengalaman saat menjalani kepaniteraan klinik atau koas menjadi titik balik emosional sekaligus profesional. Ia beberapa kali terlibat dalam tindakan Resusitasi Jantung Paru pada pasien dengan henti jantung. Situasi kritis yang menuntut ketenangan dan ketepatan tindakan itu membekas kuat dalam memorinya.

“Saat membantu RJP pada pasien dengan henti jantung, saya merasa ingin bisa berbuat lebih banyak. Sering ikut pilu melihat keluarga pasien, melihat ekspresi dan harapan mereka. Dari situ muncul keinginan saya untuk memberikan pelayanan yang lebih optimal di bidang kesehatan jantung,” ujarnya.

Di tengah ketimpangan distribusi dokter antara Jawa dan luar Jawa, langkah Rafli memberi pesan penting: penguatan layanan kesehatan daerah tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan, tetapi juga keberanian individu untuk mengambil peran.

Ia sadar, jalan yang dipilihnya bukan tanpa tantangan. Fasilitas, jejaring profesional, hingga akses pendidikan lanjutan kerap lebih terbuka di kota besar. Namun, baginya, membangun daerah sendiri justru menghadirkan makna yang lebih dalam.

Tarakan mungkin telah beranjak dari status 3T. Tetapi bagi Rafli, tugas memperkuat kualitas layanan kesehatan, khususnya di bidang jantung dan pembuluh darah, masih jauh dari selesai. Dan ia memilih menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton dari pusat. (Nay).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update