Notification

×

Iklan

Iklan

Bulan K3 Nasional, PT Teknindo Geosistem Unggul Edukasi Karyawan soal Deteksi Dini Kanker

Rabu, 11 Februari 2026 | Februari 11, 2026 WIB Last Updated 2026-02-11T09:49:07Z
Kilas Java, Surabaya – Angka kanker di Indonesia masih menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Setiap tahun, sekitar 400 ribu kasus baru terdiagnosis. Penyakit ini juga menempati peringkat ketiga penyebab kematian nasional. Fakta tersebut menjadi latar belakang seminar kesehatan yang digelar PT Teknindo Geosistem Unggul di Wisma SIER, Surabaya, Rabu, (11/22026).

Mengusung tema Kenali Kanker Sejak Dini: Bersama Cegah Kanker di Tempat Kerja, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional yang berlangsung sejak 12 Januari hingga 12 Februari 2026. 

Seminar tersebut sekaligus menandai peringatan Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada 4 Februari lalu.

Manajer Sisman & QHSE PT Teknindo Geosistem Unggul, Fery Firman Santoso, mengatakan seminar ini merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap perlindungan kesehatan karyawan. 

Ia menyebut dukungan penuh manajemen menjadi faktor penting dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurut Fery, isu kanker dipilih karena relevan dengan tantangan kesehatan pekerja, khususnya di lingkungan industri yang berpotensi memiliki paparan zat berbahaya. “Banyak kasus kanker diketahui saat sudah memasuki stadium lanjut. Karena itu, deteksi dini menjadi sangat penting,” ujarnya.

Seminar menghadirkan dr. Arga Patrianagara sebagai pembicara. Dalam paparannya, Arga menjelaskan bahwa tingginya angka kasus baru kanker di Indonesia perlu disikapi dengan peningkatan kesadaran masyarakat, termasuk di lingkungan kerja.

Ia menyoroti kebiasaan merokok sebagai salah satu faktor risiko utama. Perokok, kata dia, mendominasi sejumlah jenis kanker tertentu. Ia mendorong peserta untuk mulai mengurangi konsumsi rokok secara bertahap hingga berhenti.

Selain faktor gaya hidup, Arga menekankan pentingnya skrining rutin. Pemeriksaan berkala dinilai efektif untuk mendeteksi kanker pada tahap awal, ketika peluang keberhasilan terapi masih tinggi.

“Skrining setidaknya dilakukan setahun sekali untuk mengetahui kondisi kesehatan kita,” kata Arga.

Ia menambahkan, pekerja dengan risiko paparan zat karsinogen perlu memiliki kewaspadaan lebih. Kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, termasuk penggunaan alat pelindung diri sesuai standar operasional, menjadi bagian dari upaya pencegahan.

Arga juga mengingatkan pentingnya menjaga daya tahan tubuh. Ia menilai beban kerja berlebihan yang menguras fisik dapat menurunkan imunitas dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit. “Bekerja penting, tetapi kesehatan tetap prioritas,” ujarnya.

Bagi PT Teknindo Geosistem Unggul, seminar ini bukan sekadar agenda seremonial Bulan K3 Nasional. Perusahaan berupaya menempatkan aspek kesehatan sebagai bagian dari budaya kerja. 

Edukasi mengenai kanker, deteksi dini, dan pencegahan menjadi investasi jangka panjang untuk menjaga produktivitas sekaligus kesejahteraan karyawan.

Di tengah meningkatnya tantangan kesehatan global, langkah preventif di lingkungan kerja dinilai semakin relevan. 

Perusahaan yang responsif terhadap isu kesehatan dinilai memiliki fondasi keberlanjutan yang lebih kuat, karena bertumpu pada sumber daya manusia yang sehat dan terlindungi. (Nay).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update