Notification

×

Iklan

Iklan

Bangun Ekosistem Transportasi Aman, Jasa Raharja Gandeng DAMRI Optimalkan Perlindungan Penumpang

Rabu, 18 Februari 2026 | Februari 18, 2026 WIB Last Updated 2026-02-18T07:48:55Z
Kilas Java, Jakarta — Penguatan keselamatan transportasi publik tak lagi cukup bertumpu pada prosedur administratif. Ia menuntut integrasi sistem, disiplin pengawasan, dan kolaborasi antarlembaga. 

Dalam konteks itulah Jasa Raharja mempererat koordinasi dengan Perum DAMRI melalui kunjungan kerja Direktur Utama Muhammad Awaluddin ke Cabang Kemayoran, Jakarta, Selasa, (17/2/2026).

Kunjungan tersebut menjadi forum strategis untuk menyelaraskan standar keselamatan, memperkuat mitigasi risiko kecelakaan, serta meningkatkan kualitas layanan kepada publik. 

Awaluddin didampingi Kepala Kantor Wilayah Utama DKI Jakarta Jasa Raharja Radito Risangadi dan diterima jajaran manajemen DAMRI, antara lain Direktur Teknik dan Fasilitas Arifin, VP Kualitas dan Fasilitas Pelayanan Ardini Dewi Ciptanti, VP Operasional dan Keselamatan Wahyu Susilo, serta VP General Service Ahmad Daroini.

Dalam pertemuan itu, Awaluddin menegaskan bahwa keselamatan transportasi tidak dapat dibangun secara parsial. Menurut dia, diperlukan sistem yang terintegrasi dan komitmen kolektif untuk membentuk budaya keselamatan yang berkelanjutan.

Ia menyoroti pentingnya pemanfaatan data manifest penumpang DAMRI sebagai fondasi penguatan sistem perlindungan. 

Integrasi data yang akurat dan real time, kata dia, memungkinkan percepatan verifikasi korban kecelakaan serta optimalisasi layanan santunan. Skema ini dinilai mampu meningkatkan transparansi sekaligus memperpendek waktu respons layanan.

“Keselamatan tidak bisa berdiri sendiri. Sinergi antarlembaga dan dukungan sistem yang terintegrasi menjadi prasyarat utama agar perlindungan kepada masyarakat berjalan optimal,” ujar Awaluddin.

Selain integrasi data, Jasa Raharja mendorong implementasi budaya safety berbasis ekosistem melalui program berkelanjutan. Di antaranya pelatihan penanganan pertama pada gawat darurat (PPGD), peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mitigasi risiko kecelakaan, serta penguatan pengawasan preventif di lapangan.

Sebagai sesama entitas BUMN yang berada dalam koordinasi Danantara Indonesia, kolaborasi Jasa Raharja dan DAMRI diposisikan sebagai bagian dari penguatan transportasi publik nasional. 

Integrasi kebijakan dan operasional diharapkan mampu menghadirkan layanan yang tidak hanya efisien, tetapi juga aman dan inklusif.

Direktur Teknik dan Fasilitas DAMRI Arifin menyampaikan apresiasi atas dukungan Jasa Raharja selama ini. Ia menilai penguatan kerja sama perlu diperluas pada aspek kesehatan pengemudi. Menurut dia, kondisi fisik dan mental pengemudi merupakan variabel krusial dalam menjamin keselamatan perjalanan.

DAMRI mengusulkan pelaksanaan program driver health check secara berkala guna memastikan kesiapan fisik dan kesehatan para pengemudi. Pemeriksaan rutin dinilai penting untuk meminimalkan risiko human error yang kerap menjadi faktor dominan kecelakaan transportasi darat.

Langkah-langkah tersebut mencerminkan pendekatan yang lebih komprehensif dalam membangun sistem transportasi publik. Integrasi data, peningkatan kapasitas SDM, pengawasan preventif, hingga perhatian pada kesehatan pengemudi menjadi satu rangkaian kebijakan yang saling menopang.

Melalui kunjungan ini, Jasa Raharja menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran negara dalam menjamin keselamatan masyarakat pengguna transportasi umum. Kolaborasi dengan DAMRI menjadi contoh bahwa perlindungan publik membutuhkan tata kelola yang presisi, koordinasi yang disiplin, serta keberanian melakukan transformasi berbasis data.

Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, penguatan ekosistem keselamatan bukan sekadar pilihan kebijakan, melainkan kebutuhan mendesak. 

Tanpa itu, transportasi publik sulit menjadi tulang punggung mobilitas nasional yang aman, andal, dan berkelanjutan. (Ir).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update