BREAKING NEWS

UNAIR Gelar SEGTA 2026, Ratusan Peserta Internasional Pelajari Teknologi Hijau di Jawa Timur

KILAS JAVA, SURABAYA - Internasionalisasi perguruan tinggi tidak lagi berhenti pada pertukaran mahasiswa atau kolaborasi riset. Universitas Airlangga (UNAIR) memilih membawa pembelajaran langsung ke tengah masyarakat melalui Sustainable Energy and Green Technology Applications (SEGTA) 2026, sebuah program yang menghubungkan ilmu pengetahuan, teknologi hijau, dan praktik pembangunan berkelanjutan di berbagai wilayah Jawa Timur.

Sebanyak 119 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dari Indonesia serta sejumlah negara mengikuti program tersebut. Peserta berasal dari Malaysia, Prancis, Tiongkok, Hong Kong, Pakistan, dan berbagai daerah di Indonesia. Program yang digelar Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) UNAIR itu resmi dibuka di Plaza Airlangga Lantai 5, Kampus C UNAIR, Kamis (30/7).

Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin mengatakan SEGTA telah menjadi salah satu program internasional unggulan kampus sejak pertama kali diselenggarakan pada 2022. 

Menurutnya, keberlanjutan program tersebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, baik di lingkungan universitas maupun mitra nasional dan internasional.

"Saya berterima kasih dan mengapresiasi dengan tulus kepada FTMM UNAIR, mitra nasional kami, dan semua pihak yang telah berkontribusi mewujudkan SEGTA 2026 sebagai salah satu program unggulan internasional UNAIR," ujar Madyan.

Selama mengikuti program, peserta tidak hanya memperoleh materi di ruang kelas. Mereka juga akan menjalani praktikum laboratorium, terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta melakukan studi lapangan di sejumlah lokasi yang memiliki karakteristik lingkungan dan sosial berbeda, yakni Surabaya, Kabupaten Sumenep, Pulau Gili Iyang, hingga kawasan Gunung Bromo.

Melalui pengalaman tersebut, peserta diharapkan memahami bagaimana ilmu pengetahuan, teknologi, kearifan lokal, dan pelestarian lingkungan dapat saling melengkapi dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

"Anda semua akan belajar bagaimana sains, teknologi, kearifan lokal, dan keberlanjutan lingkungan dapat bekerja sama menciptakan dampak yang berarti. Manfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi dengan para dosen, belajar dari masyarakat, bertukar perspektif dengan sesama peserta, serta membangun jejaring internasional yang bermakna," kata Madyan.

SEGTA 2026 dirancang sebagai pendekatan pembelajaran multidisiplin yang mengintegrasikan pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Model pembelajaran tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen UNAIR dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Usai pembukaan, seluruh peserta dibagi ke dalam kelompok diskusi berdasarkan 12 tema SDGs. Dalam forum tersebut, mereka mendiskusikan persoalan nyata sekaligus merumuskan solusi yang dapat diterapkan sesuai karakteristik wilayah sasaran.

Dekan FTMM UNAIR Prof Dr Ir Retna Apsari MSi IPM ASEAN Eng menjelaskan bahwa SEGTA berkontribusi terhadap sejumlah target SDGs, antara lain pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, akses air bersih dan sanitasi, energi bersih dan terjangkau, pertumbuhan ekonomi yang inklusif, inovasi dan infrastruktur, aksi terhadap perubahan iklim, serta penguatan kemitraan global.

Menurut Retna, pembelajaran berbasis pengalaman menjadi salah satu kekuatan utama program tersebut karena mempertemukan peserta dari beragam disiplin ilmu dan latar belakang budaya untuk bekerja sama menyelesaikan persoalan pembangunan secara kolaboratif.

Pada penyelenggaraan tahun ini, SEGTA juga menghadirkan dua modul pembelajaran internasional yang dikembangkan bersama Universiti Malaysia Perlis (UniMAP) dan City University of Hong Kong (CityUHK). 

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari penguatan kemitraan akademik lintas negara yang diharapkan menghasilkan luaran berupa inovasi, jejaring riset, serta model pemberdayaan masyarakat yang dapat memberikan manfaat bagi komunitas maupun dunia akademik. (Nayla).
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar