KKN ITS dan Perpustakaan ITS Gelar LIBRI Goes to ITS, Dorong Budaya Baca Sejak Dini
0 menit baca
KILAS JAVA, SURABAYA - Rendahnya kecakapan literasi dan terbatasnya akses terhadap fasilitas pendukung masih menjadi persoalan yang membayangi upaya membangun budaya baca di berbagai daerah.
Di tengah tantangan tersebut, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mencoba menghadirkan pendekatan berbeda melalui program apresiasi literasi bertajuk LIBRI Goes to ITS.
Program yang digagas oleh tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi ITS 2026 bersama KKN Internasional DISKO 2.0 itu digelar di Perpustakaan ITS, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara anak-anak dari wilayah Urangagung, Kabupaten Sidoarjo, dan Siwalan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, dengan ekosistem literasi kampus.
Ketua KKN Tematik Literasi ITS lokus Urangagung Sidoarjo, Mohammad Fariz Irwansyah, mengatakan LIBRI Goes to ITS dirancang sebagai bentuk apresiasi bagi masyarakat desa yang aktif mengikuti program literasi.
Menurut dia, pengakuan atas proses belajar memiliki peran penting dalam menjaga motivasi anak untuk terus membaca dan mengembangkan kemampuan berpikir.
“Apresiasi tersebut akan lebih meningkatkan motivasi anak-anak dalam berliterasi,” kata Fariz.
Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya bertujuan menumbuhkan minat baca, tetapi juga mendorong penguasaan sains dan teknologi, mendukung pendidikan yang berkualitas, serta membangun kepekaan sosial sejak usia dini.
Melalui literasi, anak-anak diharapkan memiliki akses yang lebih luas terhadap pengetahuan dan peluang pengembangan diri.
Kegiatan LIBRI Goes to ITS melibatkan dua skema pengabdian sekaligus. KKN Tematik Literasi ITS menghadirkan aktivitas membaca nyaring, menulis cerita, membuat proyek kreatif, hingga mengulas buku bacaan.
Sementara KKN Internasional DISKO 2.0 Panggon Moco Siwalan Panceng Gresik menitikberatkan pada storytelling berbasis buku serta penguatan kemampuan bahasa Inggris.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN, Herdayanto Sulistyo Putro, menjelaskan kolaborasi dengan Perpustakaan ITS dilakukan agar peserta memperoleh pengalaman literasi yang lebih luas dan intensif.
Beragam kegiatan disiapkan, mulai dari lomba storytelling bagi peserta KKN Internasional DISKO 2.0, library tour, hingga pemutaran film bersama.
“Kerja sama ini menjadikan peserta dari kedua daerah lebih termotivasi dalam berliterasi,” ujar dosen Departemen Kimia ITS yang akrab disapa Danang tersebut.
Sebanyak 40 peserta mengikuti program apresiasi tersebut. Lima peserta berasal dari Urangagung, Sidoarjo, sementara 35 peserta lainnya berasal dari Siwalan Panceng, Gresik.
Peserta dari Urangagung merupakan lima terbaik hasil seleksi lomba membaca nyaring yang lebih dahulu digelar di desa mereka. Adapun peserta dari Siwalan Panceng mengikuti kegiatan tanpa pembatasan berdasarkan hasil perlombaan.
Menurut Danang, program ini juga menjadi upaya untuk memastikan bahan bacaan yang tersedia di perpustakaan tidak berhenti sebagai koleksi, melainkan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Inisiatif tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Selain memberikan manfaat bagi masyarakat desa, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini dinilai membuka ruang pembelajaran yang tidak kalah penting.
Interaksi langsung dengan peserta dari berbagai latar belakang mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan komunikasi, empati, dan keterampilan sosial yang dibutuhkan dalam kehidupan profesional maupun bermasyarakat.
Program LIBRI Goes to ITS juga berkaitan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Kegiatan ini bersinggungan dengan tujuan pendidikan berkualitas, pengurangan kesenjangan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai bagian dari ikhtiar memutus rantai kemiskinan melalui akses terhadap pengetahuan dan literasi. (Nayla).