Duta Anti Narkoba Apresiasi AKP Adik Agus Putrawan, 490 Kasus Narkoba Terungkap

KILAS JAVA, SURABAYA – Angka pengungkapan 490 kasus narkotika dalam waktu sekitar lima bulan menjadi catatan menonjol bagi Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Di balik capaian itu, Kasatnarkoba AKP Adik Agus Putrawan mengaku keberhasilan tersebut lahir dari kerja tanpa mengenal waktu, ketelitian membaca setiap informasi, dan soliditas tim di lapangan.

"Ya, bisa dibilang tidak tahu pulang," kata Putrawan saat menjelaskan ritme kerja jajarannya dalam mengungkap jaringan peredaran narkotika.

Menurut dia, perang melawan narkoba tidak hanya mengandalkan operasi penangkapan. Setiap informasi yang masuk, sekecil apa pun, menjadi bahan pengembangan untuk membongkar jaringan yang lebih besar.

"Kami harus teliti, cermat, dan tidak pernah meremehkan sebuah informasi sekecil apa pun. Yang tidak kalah penting adalah kekompakan tim," ujarnya.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Duta Anti Narkoba sekaligus Ketua Yayasan Bonek Untuk Bangsa, Siti Rafika Hardhiansari. Ia menilai keberhasilan Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak menunjukkan keseriusan aparat dalam mempersempit ruang gerak sindikat narkotika di Surabaya.

"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada AKP Adik Agus Putrawan yang telah berhasil mengungkap 490 kasus dalam waktu lima bulan. Ini merupakan prestasi yang patut diapresiasi," katanya.

Rafika mengajak masyarakat menjadikan keberhasilan aparat sebagai momentum memperkuat gerakan "Wani Lawan Narkoba". Menurut dia, pemberantasan narkotika tidak akan efektif tanpa dukungan masyarakat.

Ia juga menyinggung keberhasilan aparat gabungan BNN RI, Polri, dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang menggagalkan penyelundupan sekitar 3,37 ton ganja bertepatan dengan Hari Anti Narkotika Internasional pada Juni 2026. 

Baginya, keberhasilan itu menjadi bukti bahwa negara terus memperketat pengawasan terhadap peredaran narkotika.

Sebagai mitra kepolisian, Yayasan Bonek Untuk Bangsa selama ini aktif menggelar kampanye bahaya narkoba di sekolah, kampus, hingga berbagai kegiatan masyarakat. 

Edukasi tersebut juga melibatkan komunitas Bonek sebagai bagian dari gerakan pencegahan sejak dini.

"Pesan kami tetap sama, mari bersama-sama wani lawan narkoba," ujarnya.

Di sisi lain, AKP Adik Agus Putrawan menegaskan bahwa penyelamatan generasi muda menjadi bagian penting dalam strategi pemberantasan narkotika. 

Ia mengingatkan masyarakat, khususnya kalangan remaja dan Arek Suroboyo, agar tidak pernah mencoba menggunakan narkoba.

"Yang belum pernah mencoba, jangan pernah coba-coba. Yang sudah terlanjur menggunakan dan ingin berhenti, segeralah menyadari bahwa narkoba hanya akan merugikan diri sendiri," katanya.

Putrawan menambahkan, pengguna narkotika yang datang secara sukarela untuk melaporkan diri tidak selalu berhadapan dengan proses pidana. Mereka dapat diarahkan mengikuti program rehabilitasi sesuai mekanisme yang berlaku.

"Silakan datang kepada kami atau ke BNN jika ingin pulih. Kami akan membantu proses rehabilitasi sesuai ketentuan. Yang paling penting, jauhi narkoba," ujarnya.

Menurut Putrawan, keberhasilan mengungkap ratusan kasus bukan sekadar soal banyaknya penangkapan. 

Lebih dari itu, setiap pengungkapan merupakan upaya memutus mata rantai peredaran narkotika sekaligus menyelamatkan masyarakat dari ancaman penyalahgunaan obat terlarang, terutama di kawasan hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak. (Nayla).
Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url