Notification

×

Iklan

Iklan

Alumni Kimia UNAIR Sulap Eks Lokalisasi Dolly Jadi Masjid Pemberdayaan Warga

Kamis, 07 Mei 2026 | Mei 07, 2026 WIB Last Updated 2026-05-07T10:39:47Z
KILAS JAVA, SURABAYA – Di tengah jejak panjang kawasan eks lokalisasi Njarak-Dolly, sebuah bangunan yang dahulu identik dengan praktik prostitusi kini menjelma menjadi ruang pemberdayaan masyarakat. 

Transformasi itu digagas Eko Prasetyo, alumnus Kimia Universitas Airlangga (UNAIR) angkatan 2002, melalui pendirian Masjid Kampoeng Njarak di Surabaya.

Bangunan yang dulunya merupakan rumah prostitusi terakhir di kawasan tersebut kini beralih fungsi menjadi pusat kegiatan sosial dan keagamaan warga. 

Tidak sekadar menjadi tempat ibadah, masjid itu berkembang sebagai ruang pemberdayaan yang aktif menggerakkan berbagai program kemasyarakatan.

Beragam kegiatan rutin dijalankan di Masjid Kampoeng Njarak. Mulai dari santunan bagi masyarakat sekitar, penguatan ekonomi warga, hingga pengajian rutin ibu-ibu yang terus berjalan secara berkelanjutan. Kehadiran masjid tersebut perlahan menghadirkan atmosfer sosial baru di lingkungan yang selama bertahun-tahun lekat dengan stigma negatif.

Eko mengatakan, inisiatif tersebut lahir dari keinginan menghadirkan ruang yang mampu menghidupkan nilai kebersamaan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar. 

Menurutnya, fungsi masjid tidak hanya terbatas sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai pusat aktivitas sosial yang mampu memperkuat solidaritas warga.

“Masjid ini kami harapkan menjadi tempat yang menghidupkan nilai kebersamaan dan kepedulian,” ujarnya, Kamis (7/5).

Dalam menjalankan berbagai program sosial tersebut, Eko aktif menggandeng para donatur dan jejaring sosial untuk ikut berkontribusi. Dukungan berbagai pihak menjadi salah satu faktor penting yang menjaga keberlanjutan operasional masjid sekaligus pengembangan program pemberdayaan masyarakat.

Ia menilai perubahan sosial tidak dapat berjalan secara instan. Karena itu, pendekatan kolaboratif menjadi strategi utama dalam membangun kepercayaan warga sekaligus memperluas dampak program yang dijalankan.

Perjalanan Eko dalam mengembangkan Masjid Kampoeng Njarak juga tidak terlepas dari latar belakang akademiknya di bidang kimia. Ia mengungkapkan, pendidikan yang ditempuh di Fakultas Sains dan Teknologi UNAIR membentuk pola pikir sistematis dan terstruktur dalam menyelesaikan persoalan.

Menurutnya, cara berpikir ilmiah yang diperoleh selama kuliah membantu dirinya dalam merancang program sosial yang terukur dan berkelanjutan. Pendekatan tersebut diterapkan mulai dari pemetaan kebutuhan masyarakat hingga pengelolaan kegiatan sosial di lingkungan sekitar masjid.

Selain pengalaman akademik, aktivitas organisasi semasa kuliah turut membentuk kapasitas kepemimpinannya. Saat menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Kimia UNAIR, Eko belajar membangun komunikasi, memperkuat jejaring, dan mengelola kolaborasi antarkomunitas.

Bekal tersebut kemudian menjadi modal penting ketika terjun langsung di tengah masyarakat. Terutama dalam membangun hubungan dengan warga maupun menjalin dukungan dari para donatur yang selama ini menopang berbagai program sosial di Masjid Kampoeng Njarak.

Kepada mahasiswa Kimia UNAIR saat ini, Eko berpesan agar tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga mengoptimalkan potensi diri untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Ia meyakini setiap individu memiliki ruang untuk menciptakan perubahan positif di lingkungan sekitarnya.

Eko juga mengaku, apabila memiliki kesempatan kembali ke masa kuliah, dirinya ingin lebih banyak membangun silaturahmi dan memperluas relasi, baik di dalam maupun di luar kampus. 

Menurutnya, jejaring yang kuat kerap menjadi pintu lahirnya kolaborasi besar yang berdampak langsung bagi masyarakat. (Nayla).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update