Notification

×

Iklan

Iklan

Embarkasi Surabaya Jaga Ritme, Ribuan Jemaah Terbang Tepat Waktu

Jumat, 01 Mei 2026 | Mei 01, 2026 WIB Last Updated 2026-05-01T10:05:53Z
Kilas Java, Surabaya — Mesin operasional haji di Embarkasi Surabaya terus bekerja tanpa jeda. Ritme keberangkatan dijaga stabil, sementara akurasi jadwal penerbangan nyaris tanpa celah.

Memasuki hari ke-11 penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mencatat sebanyak 13.657 jemaah dan petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Capaian ini setara dengan 31 persen dari total rencana 44.080 orang.

Ribuan jemaah tersebut terbagi dalam 36 kelompok terbang (kloter). Sebelumnya, hingga 30 April 2026, sebanyak 12.898 jemaah telah terbang dalam 34 kloter. Penambahan dua kloter pada 1 Mei dengan 759 jemaah memperkuat tren percepatan pemberangkatan.

Komposisi jemaah menunjukkan angka partisipasi perempuan lebih tinggi. Dari total yang telah diberangkatkan, 7.257 orang merupakan perempuan, sedangkan laki-laki berjumlah 6.400 orang.

Total kuota Embarkasi Surabaya tahun ini mencapai 44.080 orang. Rinciannya meliputi 42.109 jemaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 140 pembimbing ibadah haji dan umrah dari KBIHU. Seluruhnya dijadwalkan berangkat dalam 116 kloter.

Di balik kelancaran itu, dinamika tetap terjadi. PPIH mencatat 43 mutasi keluar yang berdampak pada 23 kursi kosong. Penyebabnya bervariasi, mulai dari jemaah yang harus menjalani perawatan medis sebanyak 9 orang, kondisi hamil, pendamping, hingga penundaan keberangkatan.

Selain itu, terdapat pula perpindahan kloter serta faktor teknis yang ikut memengaruhi ketersediaan kursi. Meski begitu, hal tersebut tidak mengganggu ritme utama pemberangkatan.

Indikator paling mencolok terlihat pada ketepatan waktu penerbangan. Sebanyak 32 kloter yang telah diberangkatkan tercatat memiliki On Time Performance (OTP) 100 persen. Tidak ada keterlambatan, tidak pula percepatan jadwal.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyebut konsistensi tersebut sebagai hasil dari koordinasi lintas sektor yang berjalan efektif.

“Operasional berjalan sesuai skenario. Ketepatan waktu ini menjadi indikator bahwa sistem yang dibangun mampu bekerja secara presisi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengawasan terhadap kondisi kesehatan jemaah terus diperketat. Setiap potensi risiko langsung ditangani agar tidak mengganggu jadwal keberangkatan.

Saat ini, terdapat 13 jemaah yang masih tertunda keberangkatannya di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Sebagian besar disebabkan faktor kesehatan, sementara sisanya merupakan pendamping.

Sementara itu, gelombang kedatangan jemaah masih akan terus berlangsung. Pada 2 Mei 2026, sebanyak 1.900 jemaah dari lima kloter dijadwalkan masuk ke asrama. 

Mereka berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Bojonegoro, Gresik, Malang, Kota Malang, Surabaya, Sidoarjo, hingga Kota Madiun.

PPIH juga mencatat adanya satu jemaah wafat di Arab Saudi. Informasi terkait kejadian tersebut telah disampaikan secara resmi sebelumnya.

Pergerakan jemaah dari dan menuju Embarkasi Surabaya dipastikan terus meningkat, seiring masuknya fase padat dalam siklus pemberangkatan haji tahun ini. (Nayla).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update