KILAS JAVA, SURABAYA – Perpanjangan layanan Commuter Line Supas hingga Stasiun Probolinggo mulai mengubah pola mobilitas masyarakat di kawasan tapal kuda Jawa Timur. Dalam waktu kurang dari tiga bulan sejak dioperasikan pada 1 Maret 2026, jumlah pengguna kereta komuter tersebut melonjak signifikan.
Tak hanya menjadi solusi transportasi harian masyarakat, layanan ini juga mulai memberi dampak terhadap geliat ekonomi lokal di sekitar wilayah stasiun dan pusat aktivitas masyarakat.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyebut tingginya pertumbuhan jumlah penumpang menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap moda transportasi massal yang terjangkau dan tepat waktu semakin besar.
“Kehadiran layanan Commuter Line Supas kini menjadi pilihan utama masyarakat untuk mobilitas antarwilayah di Jawa Timur, khususnya menuju dan dari Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Menurut Karina, integrasi layanan hingga Probolinggo membuat akses masyarakat semakin terbuka. Dampaknya terlihat dari peningkatan volume penumpang pada empat perjalanan Commuter Line Supas dibanding periode sebelum rute diperpanjang.
Data KAI Commuter mencatat, rata-rata pengguna harian KA 453 relasi Surabaya–Probolinggo yang berangkat pukul 01.50 WIB kini mencapai 233 penumpang per hari. Jumlah tersebut naik sekitar 59 persen dibanding periode Januari–Februari 2026 yang hanya berkisar 147 pengguna per hari.
Lonjakan juga terjadi pada KA 459 keberangkatan pukul 18.10 WIB. Jika sebelumnya melayani rata-rata 919 pengguna per hari, kini jumlahnya meningkat menjadi 1.183 pengguna atau naik sekitar 29 persen.
Sementara itu, perjalanan dari arah Probolinggo menuju Surabaya juga mengalami pertumbuhan cukup tinggi. KA 454 keberangkatan pukul 04.10 WIB kini digunakan rata-rata 895 pengguna per hari atau naik 26 persen dibanding sebelumnya sebanyak 710 pengguna.
Adapun KA 460 keberangkatan pukul 21.22 WIB mencatat pertumbuhan paling tinggi kedua, yakni mencapai 55 persen. Jumlah pengguna harian naik dari 269 orang menjadi sekitar 418 orang per hari.
Aktivitas penumpang di Stasiun Probolinggo juga menunjukkan tren positif. Pada hari kerja, rata-rata terdapat 312 penumpang naik dan 293 penumpang turun di stasiun tersebut. Sedangkan saat akhir pekan, jumlah pengguna meningkat tajam dengan rata-rata 696 penumpang naik dan 480 penumpang turun.
Peningkatan mobilitas itu turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Kawasan di sekitar stasiun mulai ramai oleh aktivitas perdagangan, jasa transportasi pendukung, hingga pelaku UMKM yang memanfaatkan tingginya arus penumpang.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Probolinggo, sektor perdagangan dan jasa menjadi sektor yang paling terdampak positif sejak layanan komuter diperpanjang hingga wilayah tersebut.
Selain itu, kemudahan akses transportasi dinilai mempercepat distribusi barang dan mempermudah mobilitas pekerja maupun pelaku usaha. Kondisi itu secara tidak langsung ikut meningkatkan produktivitas masyarakat di wilayah Probolinggo dan sekitarnya.
Layanan Commuter Line Supas juga mulai memberi kontribusi terhadap sektor pariwisata daerah.
Wisatawan kini memiliki alternatif transportasi yang lebih praktis untuk menjangkau kawasan strategis di Probolinggo maupun daerah penyangga lainnya di Jawa Timur.
KAI Commuter memastikan akan terus melakukan peningkatan kualitas layanan, mulai dari ketepatan waktu perjalanan hingga aspek keamanan dan kenyamanan pengguna. Informasi jadwal dan layanan perjalanan dapat diakses melalui aplikasi C-Access maupun akun media sosial resmi KAI Commuter di @commuterline. (Nayla).

