Kilas Java, Surabaya – Ribuan talenta muda resmi dilepas ke dunia profesional dalam Wisuda ke-133 Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang digelar mulai Sabtu (18/4/2026). Tidak sekadar seremoni akademik, momentum ini menjadi panggung lahirnya sumber daya manusia unggul yang disiapkan menghadapi persaingan global yang kian kompleks.
Kehadiran Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara pada hari pertama menambah bobot strategis acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa lulusan perguruan tinggi kini dituntut adaptif, inovatif, dan mampu menjawab kebutuhan zaman yang terus berubah cepat.
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD menyampaikan bahwa capaian para wisudawan merupakan refleksi dari ekosistem pendidikan yang terus diperkuat. Ia menilai lulusan ITS tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga daya saing global yang teruji melalui berbagai prestasi.
Sebanyak 702 wisudawan mengikuti prosesi hari pertama yang berasal dari Fakultas Sains dan Analitika Data, Fakultas Teknologi Kelautan, Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas, serta Fakultas Vokasi. Sementara itu, hari kedua dibagi dalam dua sesi yang mencakup fakultas teknik, desain, kedokteran, hingga sekolah interdisipliner.
Dari total 1.770 lulusan, distribusi prestasi akademik menunjukkan kualitas yang konsisten. Sebanyak 271 wisudawan meraih predikat Cum Laude, 106 Magna Cum Laude, dan 57 Summa Cum Laude. Angka tersebut mempertegas posisi ITS sebagai institusi yang produktif melahirkan lulusan berprestasi.
Nama Christopher Jason Santoso mencuat sebagai wisudawan terbaik program sarjana dengan IPK 3,98. Ia juga menjadi lulusan terbaik dari jalur Beasiswa Kartu Indonesia Pintar-Kuliah. Di posisi berikutnya, Muhammad Tsaqif dari Departemen Statistika mencatat IPK 3,87.
Pada jenjang sarjana terapan, capaian tertinggi diraih Muhammad Fadhli dari Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur dengan IPK 3,78.
Sementara itu, capaian akademik tingkat lanjut juga menunjukkan hasil impresif dengan sembilan lulusan magister dan tiga lulusan doktor yang meraih IPK sempurna 4.
Wisuda kali ini juga memperlihatkan dimensi global yang semakin kuat. Tujuh mahasiswa asing dari berbagai negara turut diwisuda, menegaskan posisi ITS sebagai kampus yang kian inklusif dan terbuka di tingkat internasional.
Selain itu, momen ini juga menandai kelulusan perdana dari Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, serta Program Studi Teknik Telekomunikasi.
Dari sisi pemerataan pendidikan, kontribusi penerima Beasiswa KIP-K juga cukup signifikan. Sejumlah penerima beasiswa mampu meraih predikat akademik tinggi, memperlihatkan bahwa akses pendidikan yang merata dapat berjalan seiring dengan kualitas.
Dalam pelaksanaan acara, ITS juga mengintegrasikan teknologi melalui penggunaan sistem QRIS pada kursi wisudawan dan tamu undangan. Inovasi ini tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi digital di lingkungan kampus.
Langkah strategis lainnya terlihat dari penguatan Dana Abadi ITS yang difokuskan untuk menjamin keberlanjutan pendidikan.
Skema ini diarahkan untuk menopang kualitas pembelajaran sekaligus memperluas kesempatan bagi generasi muda dalam mengakses pendidikan tinggi. (Nayla).

