Notification

×

Iklan

Iklan

Unusa Ekspansi Global, Bidik Peluang ASEAN Lewat Forum P2A 2026

Minggu, 19 April 2026 | April 19, 2026 WIB Last Updated 2026-04-19T05:16:22Z
KILAS JAVA, BANDUNG – Ambisi menembus panggung global kian dipertegas Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Kampus berbasis nilai keislaman ini tak sekadar menjadi penonton, melainkan ikut memainkan peran dalam forum strategis P2A Indonesia Chapter Annual Meeting 2026 yang berlangsung di Telkom University.

Langkah ini bukan tanpa arah. Forum bertema Strengthening Regional Mobility through Alignment, Reciprocity, and Sustainability itu menjadi arena penting bagi perguruan tinggi untuk merancang peta jalan kolaborasi lintas negara, khususnya di kawasan Asia Tenggara yang kian kompetitif.

Unusa mengutus Dr. Ika Mardiyanti, Direktur Kerjasama dan Pemeringkatan Global, untuk terlibat langsung dalam pembahasan strategis. Agenda yang dikupas tidak ringan. Mulai dari skema pertukaran mahasiswa, joint research, hingga peluang magang internasional yang semakin terbuka lebar di era konektivitas global.

Ika melihat forum ini sebagai ruang konkret untuk memperluas akses internasional. P2A, kata dia, bukan sekadar konsorsium, melainkan ekosistem yang mempertemukan kampus-kampus di ASEAN dalam kerja sama yang terukur dan berkelanjutan. 

Skema inbound dan outbound student mobility menjadi pintu masuk untuk meningkatkan eksposur global mahasiswa.

Di sisi lain, keterlibatan aktif dalam P2A juga berkorelasi langsung dengan pencapaian Indikator Kinerja Utama perguruan tinggi. Mobilitas internasional, kolaborasi riset, hingga pengalaman global mahasiswa kini menjadi parameter penting dalam mengukur kualitas institusi.

Forum tersebut juga dihadiri para pimpinan perguruan tinggi nasional, seperti Suyanto, Rini Setiowati selaku Sekretariat P2A Indonesia Chapter, serta Fathul Wahid. Pertemuan ini sekaligus menjadi ruang konsolidasi gagasan dan praktik terbaik antar kampus.

Diskursus dalam forum tak berhenti pada wacana. Isu keselarasan kurikulum lintas negara, prinsip resiprositas dalam pertukaran mahasiswa, hingga keberlanjutan kerja sama menjadi fokus utama yang dibedah secara mendalam.

Bagi Unusa, keterlibatan ini menjadi langkah taktis untuk mempercepat internasionalisasi kampus. 

Jejaring yang terbangun membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen untuk merasakan atmosfer akademik global, sekaligus memperkuat daya saing di tengah persaingan pendidikan tinggi yang kian terbuka. (Nayla).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update