Notification

×

Iklan

Iklan

Tinju Bukan Sekadar Adu Fisik, PERTINA Surabaya Siapkan Generasi Disiplin dan Berprestasi

Selasa, 07 April 2026 | April 07, 2026 WIB Last Updated 2026-04-07T09:51:48Z
KILAS JAVA, SURABAYA – Upaya membangun olahraga sekaligus meredam problem sosial di kalangan pemuda mulai digarap serius. Pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Kota Surabaya melakukan audiensi dengan Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, di kantor legislatif setempat, Senin (6/4/2026).

Pertemuan tersebut bukan sekadar silaturahmi organisasi olahraga. PERTINA membawa agenda strategis: menjadikan tinju sebagai instrumen pembinaan karakter sekaligus solusi konkret menekan kenakalan remaja, mulai dari tawuran hingga balap liar.

Delegasi dipimpin langsung Ketua PERTINA Surabaya, Ferlix Prasetya, didampingi Ketua Harian Edisah Mahawangsa dan Sekretaris Ghifarry Dito. 

Mereka memaparkan arah baru pembinaan tinju amatir di Kota Pahlawan yang disusun secara sistematis dan berkelanjutan.

Ferlix menegaskan, PERTINA tidak ingin tinju hanya berhenti pada level hobi atau kegiatan komunitas. Organisasi ini menargetkan terbentuknya ekosistem olahraga yang profesional, terukur, dan mampu melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional.

Tiga pilar utama menjadi fondasi program tersebut. Pertama, pembinaan berjenjang melalui penjaringan bakat sejak usia dini hingga remaja. Kedua, kontinuitas kompetisi lewat penyelenggaraan kejuaraan rutin agar atlet terbiasa dengan atmosfer pertandingan. Ketiga, standarisasi fasilitas latihan yang layak dan merata di berbagai wilayah Surabaya.

Menurut Ferlix, ambisi mengembalikan kejayaan tinju Surabaya membutuhkan dukungan lintas sektor. 

Tidak hanya dari internal organisasi, tetapi juga keterlibatan aktif pemerintah kota dan legislatif.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, melihat pendekatan yang ditawarkan PERTINA memiliki relevansi kuat dengan kondisi sosial perkotaan. 

Ia menilai olahraga beladiri seperti tinju mampu menjadi kanal penyaluran energi pemuda secara positif dan terarah.

Ia menyoroti pentingnya menjangkau komunitas tinju akar rumput yang selama ini berkembang tanpa pembinaan resmi. Menurutnya, kelompok-kelompok tersebut justru memiliki potensi besar jika difasilitasi dengan sistem yang tepat.

Dalam perspektifnya, tinju menghadirkan ruang kompetisi yang jelas, aturan yang tegas, serta nilai sportivitas yang kuat. Hal ini berbeda dengan kekerasan jalanan yang cenderung liar dan destruktif.

Pembahasan juga mengarah pada aspek dukungan anggaran. DPRD membuka ruang kolaborasi dalam bentuk fasilitasi kegiatan, termasuk penyelenggaraan kejuaraan tingkat kota seperti Piala Wali Kota atau DPRD, hingga penguatan persiapan menuju kejuaraan tingkat provinsi.

Bagi PERTINA, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kalender kompetisi yang konsisten. 

Kejuaraan yang terjadwal dinilai krusial untuk menjaga ritme latihan atlet sekaligus menjadi tolok ukur pembinaan.

Sebagai organisasi yang menaungi tinju amatir di Indonesia, PERTINA memiliki mandat tidak hanya mencetak atlet, tetapi juga membangun nilai-nilai kedisiplinan, keberanian, dan pengendalian diri. 

Di tingkat daerah, misi ini diterjemahkan dalam bentuk pembinaan yang menyentuh aspek sosial.

Di Surabaya, PERTINA mencoba memperluas peran tersebut. Tinju ditempatkan bukan sekadar cabang olahraga, melainkan medium pembentukan karakter generasi muda. 

Melalui latihan yang terstruktur dan kompetisi yang sehat, pemuda diarahkan untuk mengenal batas, menghormati aturan, dan mengelola emosi.

Langkah audiensi ini menjadi bagian dari strategi awal memperkuat legitimasi dan dukungan kebijakan. PERTINA berharap sinergi dengan DPRD mampu membuka akses lebih luas, baik dari sisi fasilitas, pendanaan, maupun integrasi program dengan kebijakan kepemudaan di tingkat kota. (Nay).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update