KILAS JAVA, SIDOARJO – Panggung Dewan Kesenian Sidoarjo menjadi ruang eksperimentasi seni pertunjukan ketika Cak Meimura menampilkan konsep Ludruk Garingan dalam program pentas keliling bertajuk Besut Jajah Deso Milangkori, Jumat (10/4/2026) malam.
Konsep yang diusung menanggalkan sejumlah elemen utama dalam pakem ludruk konvensional. Tidak ada iringan gamelan lengkap maupun kehadiran pengrawit.
Sebagai gantinya, bunyi instrumen dihadirkan secara vokal, menciptakan efek auditif sederhana namun tetap menjaga ritme pertunjukan. Dalam format ini, Cak Meimura memainkan lebih dari satu karakter sekaligus, disertai gerak tari yang dinamis.
Pendekatan tersebut menghadirkan dimensi pertunjukan yang lebih cair. Struktur cerita tidak sepenuhnya bertumpu pada naskah baku, melainkan dikembangkan melalui proses diskusi bersama seniman lokal beberapa hari sebelum pementasan. Di Sidoarjo, kolaborasi dilakukan dengan Cak Robert Bayoned dan Didik Jogoyudo.
Interaksi dengan penonton menjadi salah satu titik penting dalam pertunjukan. Pada bagian klimaks, tiga penonton diajak naik ke panggung untuk terlibat langsung dalam alur cerita. Dialog berlangsung spontan tanpa skenario tertulis, memunculkan dinamika baru dalam narasi yang berkembang di atas panggung.
Menurut Cak Meimura, pendekatan Ludruk Garingan merupakan upaya untuk mendekonstruksi ketergantungan terhadap aspek teknis yang selama ini dianggap sebagai prasyarat utama pertunjukan ludruk. Ia menilai, keterbatasan fasilitas tidak seharusnya menjadi hambatan bagi keberlangsungan seni tradisi.
Sebelum pementasan utama, sejumlah kelompok seni turut mengisi panggung pembuka, antara lain Karawitan Sri Kahuripan asuhan Joko Susilo, komunitas Kain dan Kebaya Indonesia DPC Sidoarjo, Karawitan SNJ, serta penampilan tari anak dari Raff Dance.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan budaya yang menghadirkan Arif Rofiq dan Ribut Wiyoto. Forum ini menjadi ruang pertukaran gagasan terkait dinamika dan tantangan pelestarian ludruk di tengah perubahan lanskap budaya masyarakat.
Program Besut Jajah Deso Milangkori dijadwalkan berlanjut ke sejumlah daerah lain di Jawa Timur, di antaranya Jombang pada 18 April dan Nganjuk pada 25 April. Selain itu, agenda serupa juga direncanakan berlangsung di Mojokerto, Kediri, Madiun, Malang, dan Jember. (Nayla).

