Notification

×

Iklan

Iklan

Tak Ganggu Dinas, Perwira Polda Jatim Ini Lulus S1 Akuntansi, Ini Strateginya

Rabu, 22 April 2026 | April 22, 2026 WIB Last Updated 2026-04-22T09:35:14Z
Kilas Java, Surabaya – Di balik seragam kepolisian dan tumpukan berkas audit, Kompol Arif Faisol Efendi menyimpan rutinitas lain yang tak banyak diketahui. Setiap sore, selepas tugas dinas, ia beralih peran menjadi mahasiswa. Laptop dibuka, kamera dinyalakan, lalu ia masuk ke kelas daring—mengejar ilmu di sela tanggung jawab negara.

Langkah itu berbuah manis. Pada Rabu, 22 April 2026, Arif resmi diwisuda sebagai Sarjana Akuntansi dari Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Gelar tersebut menjadi penegas bahwa keterbatasan waktu bukan alasan untuk berhenti belajar.

Lahir di Probolinggo pada 17 Februari 1979, Arif tumbuh dalam keluarga yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama. Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan almarhum H. Maruf Abrori dan Hj. Hanifah itu membawa nilai tersebut hingga ke titik kariernya saat ini.

Di lingkungan Polda Jawa Timur, Arif mengemban amanah sebagai auditor di Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda). Ia bertugas melakukan audit kinerja, terutama pada aspek anggaran dan keuangan, sekaligus menjalankan fungsi pengawasan internal. Posisi ini menuntut akurasi tinggi serta pemahaman mendalam terhadap sistem akuntansi.

Kesadaran profesional itulah yang menjadi titik tolaknya kembali ke dunia akademik. Ia tidak sekadar mengejar gelar, melainkan memperkuat landasan keilmuan untuk menunjang tugasnya sebagai auditor. Pilihan jatuh pada Unusa, dengan pertimbangan kualitas akademik serta lokasi yang strategis dari tempat dinas.

Namun perjalanan itu tidak berjalan tanpa hambatan. Jadwal dinas yang dinamis kerap berbenturan dengan agenda kuliah maupun ujian. Dalam situasi tersebut, Arif dituntut mengelola waktu secara disiplin dan menjaga stamina agar tetap optimal di dua dunia sekaligus.

“Tantangan paling terasa ketika tugas insidentil bertepatan dengan ujian. Di situ manajemen waktu benar-benar diuji,” ungkapnya.

Di balik ketekunan itu, ada dukungan kuat dari keluarga. Istrinya, dr. Maya Kurniawati, SpOG (K), disebut sebagai sosok yang konsisten memberi dorongan. Lingkungan kerja yang suportif juga turut memperlancar langkahnya hingga menyelesaikan studi.

Capaian S1 bukan garis akhir. Arif telah menyiapkan langkah lanjutan dengan menargetkan pendidikan Magister Akuntansi. Ia ingin memperdalam kompetensi agar mampu menjalankan peran audit secara lebih presisi dan profesional.

Baginya, akuntansi bukan sekadar teori. Ia adalah instrumen penting dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas setiap kebijakan. Di tangan auditor, angka bukan hanya data, tetapi representasi tanggung jawab publik.

Pengalaman tersebut juga ia bagikan kepada rekan-rekannya di institusi. Arif menilai, saat ini akses pendidikan semakin terbuka, termasuk melalui sistem pembelajaran fleksibel yang memungkinkan aparatur negara tetap berkembang tanpa meninggalkan tugas utama.

“Kesempatan itu ada. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya,” ujarnya.

Di tengah tuntutan profesi yang kerap menyita waktu dan energi, langkah Arif menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas diri tetap bisa berjalan beriringan. Sebuah narasi tentang disiplin, prioritas, dan keberanian untuk terus melangkah di jalur pengembangan diri. (Nayla).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update