Kilas Java, Surabaya - Upaya memperkuat jejaring dan kontribusi alumni terus digencarkan Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) Wilayah DKI Jakarta. Melalui ajang silaturahmi lintas generasi yang digelar di Menara BNI Pejompongan, Jakarta, Minggu (26/4/2026), para alumni dari berbagai sektor dipertemukan dalam satu ruang kolaborasi.
Kehadiran sejumlah tokoh nasional dan profesional lintas bidang menegaskan bahwa jejaring alumni UNAIR memiliki posisi strategis. Tidak sekadar forum temu kangen, kegiatan ini diarahkan menjadi simpul sinergi yang lebih produktif dan berdampak luas.
Rektor Universitas Airlangga, Prof Muhammad Madyan, menegaskan bahwa kekuatan perguruan tinggi tidak hanya bertumpu pada aktivitas akademik di dalam kampus. Ia menilai kiprah alumni di berbagai sektor merupakan representasi nyata nilai-nilai yang dibangun almamater.
“Kiprah para alumni di pemerintahan, dunia usaha, profesional, hingga sosial adalah cerminan dari nilai yang kita bangun bersama. Itu yang membuat kami bangga,” ujarnya.
Menurutnya, posisi alumni menjadi semakin krusial seiring transformasi UNAIR menuju entrepreneurial university. Pergeseran ini tidak hanya menekankan keunggulan akademik, tetapi juga mendorong lahirnya lulusan yang inovatif, adaptif, dan mampu menciptakan peluang.
Dalam konteks tersebut, alumni dinilai berperan sebagai penghubung strategis antara kampus dengan dunia nyata. Mereka tidak hanya menjadi role model, tetapi juga mentor serta mitra dalam membangun ekosistem riset dan kewirausahaan.
“Relasi ini tidak boleh berhenti pada nostalgia. Harus berkembang menjadi kolaborasi konkret, baik dalam pengembangan karier mahasiswa, riset, kewirausahaan, maupun kontribusi sosial,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara kampus dan alumni sebagai bagian dari penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, dampak kolaborasi tersebut tidak hanya dirasakan institusi, tetapi juga masyarakat luas.
Sementara itu, Ketua IKA UNAIR DKI Jakarta, Ramdan Deni Prakoso, menyoroti pentingnya penguatan database alumni sebagai fondasi utama jejaring yang efektif. Langkah ini dinilai krusial untuk memetakan posisi dan peran alumni di berbagai sektor.
“Masih banyak alumni yang bekerja di satu tempat, tetapi tidak saling mengetahui. Ini yang ingin kita satukan, seperti menyusun puzzle besar alumni Airlangga,” ujarnya.
Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia itu menyebut, database yang solid akan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Tidak hanya dalam lingkup profesional, tetapi juga dalam kontribusi terhadap almamater.
Ia juga mendorong alumni yang berada di level manajerial dan pengambil kebijakan untuk mulai memberi ruang lebih bagi sesama alumni. Menurutnya, penguatan interaksi internal akan mempercepat terciptanya ekosistem yang saling mendukung.
“Tidak ada salahnya memprioritaskan alumni. Dengan interaksi yang kuat, kontribusi terhadap almamater juga akan semakin besar,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ramdan turut menyinggung semangat kebersamaan yang ditunjukkan kelompok musik Padi Band, yang dikenal aktif menjaga hubungan dengan almamater. Ia berharap semangat serupa bisa menjadi inspirasi bagi seluruh alumni UNAIR di berbagai sektor.
“Semangat itu yang harus kita jaga. Kebersamaan dan kontribusi tidak boleh luntur,” ujarnya. (Nayla).

