Notification

×

Iklan

Iklan

ARTV SCHOOL Rilis Call 911, Eksperimen Genre dan Ajang Unjuk Bakat Siswa Bersama Lady Nayoan

Minggu, 26 April 2026 | April 26, 2026 WIB Last Updated 2026-04-28T04:24:04Z
KILAS JAVA, SURABAYA - ARTV SCHOOL Surabaya memperkenalkan film terbarunya, Call 911, di tengah upaya memperluas spektrum produksi film lokal. Proyek ini disebut sebagai eksperimen naratif yang tidak mengikuti pola cerita konvensional, sekaligus menjadi ruang uji kemampuan bagi siswa-siswanya.

Dalam konferensi pers, Sabtu malam (25 April 2026), Management Talent Artv Production, Miss Vianney Nana, mengatakan film tersebut dibangun di atas permainan persepsi. Penonton diarahkan pada asumsi yang kemudian dipatahkan di tengah cerita.

“Penonton akan masuk dalam situasi yang tidak mereka duga. Ketika menganggap sesuatu itu baik atau buruk, film ini justru mengubah cara pandang itu,” kata dia.

Produksi Call 911 masih berlangsung. Tim saat ini berada pada tahap pengambilan gambar. Film tersebut direncanakan tayang pada Desember 2026.

ARTV SCHOOL melibatkan aktris ibu kota, Lady Nayoan, dalam proyek ini. Kehadirannya dianggap penting untuk mengangkat kualitas akting sekaligus memberi referensi langsung bagi para siswa di lokasi syuting.

Miss Nana mengatakan, pendekatan utama dalam pembinaan siswa adalah akting natural. Para pemain didorong untuk menghindari ekspresi yang dibuat-buat dan lebih menekankan pada kejujuran emosi.

Produser film, Miss Lie Chen, menyebut Call 911 sebagai langkah keluar dari zona nyaman. Selama ini, produksi ARTV SCHOOL identik dengan drama bernuansa melankolis. Film terbaru ini bergerak ke arah yang lebih intens dan menantang secara emosional.

“Ini pengalaman baru bagi mereka. Genre-nya berbeda, tekanannya juga berbeda,” ujar dia.

Menurut Lie Chen, perubahan pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi pembelajaran. Siswa dihadapkan pada situasi yang menuntut adaptasi cepat dan pendalaman karakter yang lebih kompleks.

Lady Nayoan menilai para siswa ARTV SCHOOL memiliki potensi yang menjanjikan. Ia melihat kemampuan dasar mereka sudah terbentuk, terutama dalam hal ekspresi dan keberanian tampil di depan kamera.

“Mereka masih muda, tapi fondasinya sudah ada. Tinggal diasah dan ditambah jam terbang,” kata dia.

Ia juga menyoroti peran orang tua dalam proses pembinaan. Dukungan keluarga, menurut dia, menjadi faktor yang menjaga konsistensi siswa dalam berlatih dan berkembang.

Salah satu orang tua siswa mengatakan keterlibatan mereka tidak berhenti di ruang kelas. Latihan dilanjutkan di rumah, termasuk pendalaman karakter dan penghafalan dialog, dengan arahan dari mentor.

Film Call 911 melibatkan sejumlah siswa sebagai pemeran, di antaranya Agatha Stephanie Michaela Pamungkas, Berliana Alanah Hidayat, Athirah Rafysa Azzahra, Kimberly Tjoa, Zakaria Perkasa, Aurellia Esa, Farid Atallah Zaidan, Gracella Celena, Firzha Maulana Khrisnanda, Ardana Firza Ni Athallah, Aulia Azzahra Annisa Faiha, Abrielle Rewadekyi Semesta, dan Shaqila Z.D.

Di Surabaya, ARTV SCHOOL berkembang sebagai lembaga pelatihan yang menggabungkan pendidikan akting dengan produksi film. 

Model ini memberi ruang bagi siswa untuk terlibat langsung dalam proses industri, dari pembacaan naskah hingga pengambilan gambar.

Dalam beberapa tahun terakhir, ARTV SCHOOL rutin memproduksi film dengan melibatkan siswa sebagai pemeran utama. Pola ini membuka peluang bagi talenta muda Jawa Timur untuk mendapatkan pengalaman profesional sejak dini.

Upaya tersebut menempatkan ARTV SCHOOL sebagai salah satu simpul pembinaan aktor muda di daerah. 

Dengan produksi yang berkelanjutan, lembaga ini berupaya mendorong lahirnya pemain yang mampu bersaing di tingkat nasional, sekaligus memperluas jangkauan industri film dari Surabaya ke panggung yang lebih luas. (MK).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update