Notification

×

Iklan

Iklan

Survei ITS: Kepuasan Angkutan Lebaran 2026 Meningkat, Moda Kereta Unggul

Jumat, 03 April 2026 | April 03, 2026 WIB Last Updated 2026-04-03T02:57:19Z
Kilas Java, Surabaya - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan perannya dalam pengembangan kebijakan transportasi nasional. Melalui Direktorat Kerjasama dan Pengelolaan Usaha (DKPU), ITS mempublikasikan hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap layanan Angkutan Lebaran 2026. Kajian tersebut dilakukan bersama Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan RI dan dipaparkan pada Kamis (2/4).

Direktur Kerjasama dan Pengelolaan Usaha ITS Tri Joko Wahyu menyampaikan bahwa riset ini menjadi bagian dari kontribusi akademisi dalam mengevaluasi sekaligus memperbaiki kualitas layanan transportasi publik. ITS, kata dia, terus mendorong sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam merumuskan kebijakan berbasis data. Upaya tersebut diarahkan untuk memastikan layanan transportasi semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Survei yang dilakukan melibatkan 5.105 responden di 26 provinsi di Indonesia. Hasilnya menunjukkan nilai IKM Angkutan Lebaran 2026 mencapai 82,15 atau masuk kategori baik. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 3,45 poin dibandingkan tahun sebelumnya. 

Temuan ini mengindikasikan adanya perbaikan layanan transportasi selama periode mudik Lebaran.

Pakar transportasi ITS, Prof Ir Hera Widyastuti, mengungkapkan bahwa moda kereta api mencatatkan tingkat kepuasan tertinggi dengan nilai 94,30 atau kategori sangat baik. 

Tingginya nilai tersebut didukung oleh sejumlah indikator, seperti keamanan perjalanan, ketepatan waktu, serta ketersediaan fasilitas keselamatan yang dinilai konsisten oleh pengguna jasa.

Di sisi lain, moda Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) memperoleh nilai terendah dengan skor 77,48, meskipun masih berada dalam kategori baik. Dari aspek penilaian, prasarana menjadi indikator dengan nilai tertinggi sebesar 83,31, sementara manajemen transportasi berada pada posisi terendah dengan nilai 80,93.

Meski mencatatkan performa terbaik, moda kereta api masih menghadapi catatan penting. Salah satu persoalan yang mencuat adalah keterbatasan akses terhadap tiket selama periode Lebaran. 

Keluhan masyarakat terkait sulitnya memperoleh tiket menjadi perhatian yang perlu ditindaklanjuti oleh pemangku kebijakan.

Dalam sesi diskusi, Direktur Lalu Lintas Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Rudi Irawan, mengungkapkan adanya peningkatan jumlah penumpang angkutan umum rata-rata sebesar 10,87 persen. 

Lonjakan tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik, sekaligus tantangan bagi pemerintah dalam menyiapkan kapasitas dan layanan yang lebih optimal.

Publikasi hasil survei ini juga dikaitkan dengan kontribusi ITS dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. Riset tersebut selaras dengan target Sustainable Development Goals, khususnya pada poin 11 terkait kota dan permukiman berkelanjutan serta poin 17 mengenai kemitraan. 

Temuan dalam survei ini diharapkan dapat menjadi basis perumusan kebijakan transportasi yang lebih responsif, baik di tingkat pusat maupun daerah. (Nay).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update