Kilas Java, Surabaya – Momentum libur panjang Paskah 2026 mendorong peningkatan mobilitas masyarakat. Menyikapi potensi lonjakan tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya menambah delapan perjalanan kereta api guna mengakomodasi kebutuhan penumpang.
Penambahan perjalanan ini difokuskan pada rute-rute favorit yang selama ini menjadi tujuan utama masyarakat, seperti Yogyakarta, Semarang, Madiun, Bandung, Jakarta, hingga Banyuwangi. Lonjakan penumpang diprediksi terjadi seiring meningkatnya aktivitas perjalanan untuk wisata, kunjungan keluarga, maupun kepentingan keagamaan.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas layanan transportasi publik, khususnya pada periode dengan intensitas perjalanan tinggi.
Delapan kereta api tambahan yang dioperasikan meliputi KA Sembrani Tambahan relasi Surabaya Pasarturi–Gambir, KA Argo Anjasmoro relasi Surabaya Pasarturi–Gambir, KA Kertajaya Tambahan relasi Surabaya Pasarturi–Pasarsenen, serta KA tambahan relasi Surabaya Gubeng–Gambir.
Selain itu, terdapat KA Arjuno Ekspress relasi Surabaya Gubeng–Malang pulang pergi, KA Mutiara Timur relasi Surabaya Gubeng–Ketapang, KA Sancaka relasi Surabaya Gubeng–Yogyakarta, serta KA Gajayana Tambahan relasi Malang–Gambir.
Mahendro menyebutkan, penambahan perjalanan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang meningkat signifikan selama libur Paskah. KAI berupaya memastikan seluruh pelanggan tetap mendapatkan layanan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu.
Selama periode libur Paskah yang berlangsung pada 2 hingga 5 April 2026, KAI Daop 8 Surabaya mengoperasikan total 46 perjalanan kereta api, terdiri atas 38 perjalanan reguler dan delapan tambahan. Kapasitas yang disediakan mencapai 24.800 tempat duduk per hari, dengan total 99.200 tempat duduk selama periode tersebut.
Tiga stasiun diproyeksikan menjadi titik dengan volume penumpang tertinggi, yakni Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasarturi, dan Stasiun Malang. Ketiganya merupakan simpul utama mobilitas penumpang, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan.
Di sisi lain, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama. KAI Daop 8 memastikan seluruh sarana dan prasarana telah melalui pemeriksaan berkala. Pengawasan operasional juga diperketat di berbagai titik guna menjamin kelancaran perjalanan.
Masyarakat diimbau merencanakan perjalanan lebih awal dan melakukan pemesanan tiket melalui kanal resmi. Penumpang juga disarankan datang lebih awal ke stasiun serta meningkatkan kewaspadaan terhadap barang bawaan, terutama barang berharga seperti dompet, ponsel, dan dokumen penting. (Nay).

