Notification

×

Iklan

Iklan

Mahasiswi Unusa Sabet Juara Jujitsu Nasional 2026, Siap Tembus Jepang

Selasa, 07 April 2026 | April 07, 2026 WIB Last Updated 2026-04-07T06:44:06Z
Kilas Java, Surabaya – Prestasi membanggakan datang dari Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Dua mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) berhasil menorehkan capaian di level nasional dalam ajang Kejuaraan Jujitsu SLC Cup 2026 Road to Japan yang digelar pada 4–5 April 2026 di Surabaya.

Lince Jirneis Zalukhu sukses meraih juara pertama pada kategori Komite Amatir Senior Putri U17 Kelas D. Sementara itu, Merry Dewi Larassati menyusul dengan capaian juara kedua pada kategori Komite Amatir Senior Putri U17 Kelas B. Keduanya merupakan mahasiswi Program Studi S1 PG-PAUD angkatan 2024.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut unggul dalam aspek akademik, tetapi juga mampu menunjukkan performa di bidang nonakademik. Arena olahraga, dalam hal ini jujitsu, menjadi ruang pembentukan karakter yang menuntut kedisiplinan, konsistensi, dan daya juang tinggi.

Dekan FKIP Unusa, Nafiah, memandang capaian ini sebagai hasil dari proses pembinaan yang terintegrasi antara penguatan akademik dan pengembangan karakter mahasiswa. Menurutnya, keberhasilan di arena kompetisi mencerminkan kualitas pribadi calon pendidik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental.

Ia menegaskan bahwa kampus terus mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang memberi ruang luas bagi mahasiswa untuk berkembang secara utuh. Tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga melalui aktivitas yang membentuk ketahanan fisik dan emosional.

Ajang SLC Cup 2026 sendiri memiliki posisi strategis karena menjadi bagian dari jalur menuju kompetisi internasional di Jepang. Hal ini membuka peluang bagi atlet muda, termasuk mahasiswa, untuk menapaki jenjang yang lebih tinggi di level global.

Capaian tersebut juga mencerminkan komitmen Unusa dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya pada aspek pendidikan berkualitas dan kehidupan sehat. 

Penguatan budaya aktif di lingkungan kampus menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang adaptif dan berdaya saing.

Lince menyebut keberhasilan yang diraihnya merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani dengan disiplin dan konsistensi. Dukungan dari lingkungan kampus hingga rekan-rekan menjadi faktor penting dalam perjalanan tersebut.

Ia juga berharap pengalaman yang diraih dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani mengembangkan potensi diri, termasuk di luar bidang akademik, sebagai bagian dari proses pembentukan diri di masa perkuliahan. (Nay).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update