Notification

×

Iklan

Iklan

Mahasiswa ITS Tembus Podium SAFMC 2026 Lewat Formasi Drone Cerdas

Selasa, 14 April 2026 | April 14, 2026 WIB Last Updated 2026-04-14T13:23:02Z
Kilas Java, Surabaya - Langkah mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di panggung teknologi global kembali menunjukkan daya saing yang kian solid. Melalui Tim Bayucaraka, ITS sukses menembus tiga besar dalam Singapore Amazing Flying Machine Competition (SAFMC) 2026 yang berlangsung di Singapura. Ajang ini dikenal sebagai salah satu kompetisi bergengsi di bidang teknologi pesawat nirawak di kawasan Asia Tenggara.

Pada edisi tahun ini, Tim Bayucaraka ITS berkompetisi dalam kategori High-Speed Drone Flock, yang menuntut kemampuan navigasi kolektif drone dalam kecepatan tinggi dan lintasan penuh tantangan. 

Tiga unit drone yang diterjunkan, yakni SoeroNgajeng, SoeroMadya, dan SoeroWingking, dirancang untuk beroperasi secara otonom dalam formasi terintegrasi.

Penanggung jawab tim, Okta Dewa Arjun, menjelaskan bahwa seluruh sistem dikembangkan berbasis kendali otomatis penuh. 

Artinya, setiap drone mampu membaca kondisi lintasan, mengambil keputusan, dan bergerak secara mandiri tanpa kendali langsung dari operator. Sistem ini menjadi pembeda utama dibandingkan pendekatan konvensional yang masih mengandalkan intervensi manual.

Salah satu aspek krusial yang menjadi kekuatan ITS adalah pemanfaatan teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR) untuk mendeteksi gerbang lintasan. 

Pilihan ini terbilang tidak umum, mengingat sebagian besar tim lain menggunakan kamera sebagai sensor utama. Dengan LiDAR, drone mampu mempertahankan akurasi deteksi objek meski kondisi pencahayaan berubah drastis.

Keandalan teknologi tersebut teruji selama perlombaan. Dari 15 tim yang berpartisipasi, hanya Tim Bayucaraka yang berhasil menyelesaikan seluruh misi dengan capaian poin maksimal. Konsistensi performa menjadi faktor penentu keberhasilan, terutama dalam menjaga stabilitas navigasi di lintasan yang kompleks.

Dalam prosesnya, tim sempat menghadapi gangguan teknis pada salah satu drone, tepatnya pada sensor ketinggian yang mengalami penurunan fungsi. 

Namun, respons cepat dan koordinasi yang matang membuat tim mampu mengatasi kendala tersebut tanpa mengorbankan performa keseluruhan. Drone yang dikembangkan mampu melaju hingga tiga meter per detik dengan durasi terbang mencapai 15 menit.

Keberhasilan ini tidak lepas dari peran Ketua Tim SAFMC 2026, Farrel Ganendra, yang mengarahkan strategi pengembangan dan eksekusi di lapangan. Sementara itu, momen penerimaan penghargaan diwakili oleh Sebastian Adrian Nugraha sebagai representasi tim di Singapura. Keduanya merupakan mahasiswa Departemen Teknik Komputer ITS angkatan 2023.

Capaian tersebut sekaligus menegaskan posisi ITS sebagai salah satu pusat pengembangan teknologi berbasis riset mahasiswa. 

Inovasi drone otonom yang dikembangkan tidak hanya relevan untuk kebutuhan kompetisi, tetapi juga memiliki potensi implementasi di sektor industri, khususnya dalam pengembangan sistem logistik berbasis udara.

Pengembangan ke depan akan difokuskan pada integrasi sistem navigasi berbasis Global Positioning System (GPS) untuk memperluas kemampuan operasional drone dalam skenario yang lebih kompleks. 

Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi teknologi penerbangan di lingkungan ITS. (Nayla).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update