Notification

×

Iklan

Iklan

Inovasi Dodit Antar Tim ITS Tembus Lima Besar Kompetisi Dunia

Senin, 27 April 2026 | April 27, 2026 WIB Last Updated 2026-04-27T09:39:54Z
Kilas Java, Surabaya – Inovasi berbasis sains kembali menjadi senjata mahasiswa Indonesia di panggung global. Tim Spektronics dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuktikan daya saing tersebut melalui purwarupa mobil kimia bernama Dodit dalam ajang The 17th Malaysia Chem E-Car Competition 2026 yang berlangsung di Xiamen University Malaysia hingga Minggu (26/4/2026).

Dalam kompetisi yang mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai negara itu, Spektronics ITS tidak sekadar tampil, tetapi mampu menembus papan atas. Tim ini meraih 2nd Runner Up pada kategori Poster serta mengamankan posisi 5th Winner pada kategori Car Performance, capaian yang memperlihatkan konsistensi antara konsep ilmiah dan implementasi teknis.

Manager Non-Technical Spektronics ITS Nayla Muli Fathia menuturkan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang penuh presisi. Selama lima bulan, tim melakukan pengembangan intensif dengan fokus pada sistem berbasis tekanan yang menjadi inti kinerja mobil. Menurutnya, capaian ini melampaui target awal yang dipasang tim sebelum berangkat ke kompetisi.

Dodit, sebagai generasi ke-32 dari lini riset Spektronics, dirancang dengan pendekatan yang menyeimbangkan aspek performa dan durabilitas. Salah satu komponen kunci yang diandalkan adalah high-performance torque gear yang dirancang khusus agar mampu beradaptasi dengan karakter lintasan yang dinamis. Di sisi lain, konstruksi rangka dibuat solid untuk menjaga stabilitas kendaraan saat beroperasi dalam berbagai kondisi.

Tidak hanya unggul dari sisi desain, mobil ini juga menunjukkan fleksibilitas tinggi dalam merespons perubahan kondisi perlombaan. Sistem yang dikembangkan memungkinkan kendaraan tetap stabil meski menghadapi variasi tekanan dan tantangan teknis di lapangan.

Di balik capaian tersebut, tim menghadapi sejumlah kendala yang tidak ringan. Perbedaan skema penilaian antar kategori serta kebutuhan kalibrasi ulang saat tiba di lokasi kompetisi menjadi tantangan utama. Situasi ini menuntut ketelitian tinggi sekaligus kemampuan adaptasi cepat dari seluruh anggota tim.

Untuk mengatasi hal itu, Spektronics ITS menerapkan standar operasional prosedur yang disiplin serta pendekatan berbasis data dalam setiap pengambilan keputusan. 

Strategi ini terbukti efektif dalam menjaga konsistensi performa kendaraan, terutama pada fase-fase krusial perlombaan.

Komposisi tim yang solid menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan. Selain Nayla, tim ini diperkuat oleh Rifki Zauhar, Davlin Karnadi, dan Stanley Hendrata dari Departemen Teknik Kimia. 

Kolaborasi lintas disiplin juga terlihat dari kehadiran Khonuri Salsabilla dari Teknik Kimia Industri, Ilham Zain Muttaqin dari Teknik Instrumentasi, serta Audy Febi Narendra dari Desain Produk Industri.

Seluruh proses riset dan pengembangan tersebut berada di bawah arahan Dekan Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem ITS, Prof. Juwari. 

Pendekatan multidisiplin yang diterapkan tidak hanya memperkuat aspek teknis, tetapi juga memperkaya perspektif inovasi yang dihasilkan.

Inovasi mobil kimia Dodit sekaligus menjadi representasi kontribusi akademik terhadap agenda global, khususnya dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs). 

Teknologi yang dikembangkan menitikberatkan efisiensi reaksi kimia dan pengurangan limbah, sejalan dengan upaya mendorong industri yang lebih berkelanjutan.

Harapan besar pun disematkan pada keberlanjutan riset ini, tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai pijakan untuk pengembangan teknologi yang lebih luas di masa mendatang. (Nayla).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update