Notification

×

Iklan

Iklan

Festival Pamelo 2026 Perkuat Posisi Magetan di Sektor Hortikultura

Selasa, 28 April 2026 | April 28, 2026 WIB Last Updated 2026-04-28T07:23:53Z
KILAS JAVA, MAGETAN — Upaya memperkuat identitas daerah melalui komoditas unggulan kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Magetan. Salah satunya lewat gelaran Festival Pamelo 2026 yang berlangsung di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP), Selasa (28/4/2026).

Festival ini tidak hanya menjadi ajang seremoni tahunan, tetapi juga panggung strategis untuk mempertemukan kualitas produksi petani dengan peluang pasar yang lebih luas. 

Sebanyak 131 peserta dari berbagai kecamatan turut ambil bagian, menampilkan hasil panen terbaik mereka dalam balutan kompetisi dan promosi.

Antusiasme pengunjung terlihat dari tingginya minat untuk mencicipi langsung jeruk pamelo khas Magetan. 

Buah ini dikenal memiliki karakter rasa yang khas, perpaduan manis dan segar dengan ukuran relatif besar, menjadikannya salah satu komoditas hortikultura yang memiliki daya saing di pasar regional.

Kepala DTPHP Magetan, Uswatul Khasanah, menyampaikan bahwa festival ini dirancang sebagai instrumen penggerak sektor pertanian sekaligus promosi daerah. 

Menurutnya, keberlanjutan kegiatan semacam ini penting untuk menjaga motivasi petani agar terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas produk.

“Selain mendorong produktivitas petani, festival ini juga menjadi sarana mengenalkan pamelo Magetan ke pasar yang lebih luas, termasuk mendukung sektor pariwisata,” jelasnya.

Dalam kompetisi pamelo, proses penilaian dilakukan secara komprehensif. Aspek yang dinilai meliputi tampilan fisik seperti warna kulit, kualitas rasa, hingga jumlah biji. 

Keterlibatan dewan juri dari kalangan praktisi dan instansi terkait menjadi upaya menjaga standar penilaian tetap objektif dan profesional.

Pengembangan jeruk pamelo di Magetan sendiri telah menjangkau enam kecamatan dengan total produksi sekitar 170 kuintal per tahun. 

Angka tersebut mencerminkan potensi yang masih terbuka lebar, terutama jika didukung oleh inovasi budidaya dan penguatan akses pasar.

Bupati Magetan, Nanik Sumantri, menilai pamelo bukan sekadar komoditas pertanian, melainkan representasi kekuatan ekonomi lokal. 

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar pamelo mampu menembus pasar yang lebih kompetitif, baik di tingkat regional maupun nasional.

Seiring meningkatnya perhatian terhadap produk hortikultura lokal, festival ini juga membuka ruang interaksi antara petani, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun ekosistem pertanian yang lebih adaptif dan berkelanjutan di Magetan. (Nayla).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update