Kilas Java, Tanjung Perak — Upaya peredaran narkotika di wilayah utara Surabaya kembali digagalkan aparat kepolisian. Seorang pria berinisial MF, 31, warga Jalan Bulak Banteng, diringkus anggota Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak saat diduga akan melakukan transaksi sabu di kawasan Jalan Hangtuah.
Penangkapan tersebut berawal dari informasi dan pemantauan intensif petugas terhadap aktivitas tersangka yang mencurigakan. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan tiga poket sabu dengan berat total 4,02 gram yang disimpan di dalam saku celana.
Selain barang bukti narkotika, petugas juga mengamankan uang tunai sebesar Rp 500 ribu yang diduga berasal dari hasil penjualan sabu.
Kasatresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Adik Agus Putrawan mengungkapkan, tersangka telah lama menjadi target operasi karena diduga aktif mengedarkan sabu di kawasan tersebut.
“Penangkapan dilakukan saat tersangka berada di Jalan Hangtuah. Kami temukan sabu siap edar dan uang yang diduga hasil transaksi,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Dalam pemeriksaan, MF mengaku mendapatkan pasokan sabu dari seorang pria berinisial MK yang kini berstatus DPO. MK disebut berasal dari wilayah Sukolilo, Bangkalan, Madura.
Transaksi antara keduanya dilakukan di bawah Jembatan Suramadu, yang diduga kerap dijadikan titik pertemuan untuk peredaran narkotika lintas wilayah.
Tersangka terakhir membeli sabu seberat lima gram dengan harga Rp 3,75 juta. Barang tersebut kemudian dipecah menjadi beberapa paket kecil untuk dijual kembali.
MF menjajakan sabu dengan harga antara Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu per poket, menyesuaikan berat. Peredaran dilakukan di sekitar kawasan Jalan Hangtuah yang dinilai memiliki potensi pasar.
Dari praktik tersebut, tersangka mengaku dapat mengantongi keuntungan hingga Rp 2 juta apabila seluruh barang terjual. Selain itu, ia juga mengonsumsi sebagian sabu tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.
Polisi kini terus mengembangkan kasus tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk memburu keberadaan MK yang diduga sebagai pemasok utama dalam peredaran sabu di wilayah Surabaya dan sekitarnya. (Nayla).

