Kilas Java, Surabaya – Minat calon mahasiswa terhadap Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus menunjukkan tren positif. Pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, ITS resmi menerima 1.716 mahasiswa baru dari total 18.110 pendaftar.
Pengumuman hasil seleksi dilakukan secara daring melalui Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BP3), Selasa (31/3). Capaian ini sekaligus menandai peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, baik dari sisi jumlah pendaftar maupun kuota penerimaan.
Kepala Subdirektorat Admisi dan Promosi ITS, Nani Kurniati, menjelaskan bahwa kenaikan tersebut menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan publik terhadap ITS.
“Pendaftar di ITS pada jalur SNBP tahun ini naik sebanyak 82 siswa dan penerimaannya juga meningkat sebesar 70 siswa,” ujarnya.
Dominasi pilihan pertama juga terlihat cukup signifikan. Dari total pendaftar, sebanyak 12.539 peserta menempatkan ITS sebagai pilihan utama, sementara 5.571 lainnya memilih sebagai opsi kedua. Angka ini menunjukkan kecenderungan calon mahasiswa yang semakin mantap menjadikan ITS sebagai tujuan utama studi.
Di sisi lain, jalur SNBP tahun ini juga terintegrasi dengan seleksi awal penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Dari 4.157 pendaftar, sebanyak 344 peserta dinyatakan lolos tahap awal dan akan menjalani seleksi lanjutan di tingkat institusi.
ITS memastikan bahwa aspek aksesibilitas pendidikan tetap menjadi perhatian. Peserta yang belum lolos verifikasi KIP-K tetap memiliki peluang memperoleh keringanan biaya maupun beasiswa internal.
Dari komposisi program studi, bidang teknik masih menjadi magnet utama. Program Studi Teknik Informatika, Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Mesin, dan Teknik Sipil tercatat sebagai lima besar dengan jumlah peminat tertinggi.
Namun, tingkat persaingan paling ketat justru terjadi pada Program Studi Teknik Pertambangan. Program ini tergolong baru dalam skema penerimaan nasional, setelah sebelumnya hanya tersedia melalui jalur mandiri.
“Prodi Teknik Pertambangan menjadi prodi baru yang sebelumnya dibuka melalui jalur mandiri tahun lalu,” terang Nani.
Meski demikian, jalur SNBP hanya menyumbang 23 persen dari total keseluruhan penerimaan mahasiswa baru ITS tahun ini. Artinya, peluang untuk masuk ITS masih terbuka lebar melalui jalur lainnya.
Saat ini, pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) masih berlangsung hingga 7 April 2026 dengan porsi kuota sebesar 35 persen. Selain itu, ITS juga membuka jalur mandiri melalui skema SMITS FLAT dan SMITS ACE dengan total kuota mencapai 42 persen.
Tidak hanya itu, ITS juga menawarkan International Undergraduate Program (IUP) dengan kuota 370 mahasiswa. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti skema pembelajaran internasional, termasuk peluang studi di luar negeri.
IUP ITS juga terhubung dengan program Beasiswa Garuda yang merupakan kolaborasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama LPDP. Dalam skema tersebut, ITS menempati posisi ketiga sebagai perguruan tinggi dengan jumlah program terbanyak.
“Kesempatan masih terbuka luas melalui berbagai jalur yang tersedia,” ujar Nani, mengingatkan calon mahasiswa yang belum berhasil di jalur SNBP untuk tetap memanfaatkan peluang berikutnya. (Nay).

