Kilas Java, Surabaya – Garda Metal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Surabaya menggelar rapat konsolidasi yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal, Rabu (1/4/2026). Kegiatan berlangsung di Kantor DPW FSPMI Jawa Timur, Jalan Simo Pomahan II, dengan dihadiri Ketua Konsulat Cabang FSPMI, jajaran pengurus, serta koordinator unit kerja dari berbagai sektor, mulai SPL, SPAI, SPDT, SPPJM hingga SPEE.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dalam nuansa Syawal yang masih kental. Silaturahmi antaranggota menjadi ruang mempererat hubungan organisasi, sekaligus dimanfaatkan untuk membahas agenda strategis yang akan dihadapi dalam waktu dekat.
Pangkorda Garda Metal Surabaya, Slamet Raharjo, menegaskan bahwa forum ini tidak sekadar menjadi ajang temu kangen pasca-Idul Fitri, melainkan juga ruang konsolidasi untuk memperkuat struktur dan arah gerak organisasi.
Ia menjelaskan, salah satu fokus utama adalah persiapan menghadapi Musyawarah Nasional (Munas) Garda Metal ke-V yang akan digelar di Jakarta. Agenda tersebut dinilai krusial karena akan menentukan arah kepemimpinan nasional untuk lima tahun ke depan.
“Munas ke-V akan menjadi momentum penting dalam memilih Panglima Koordinator Nasional, Sekretaris Nasional, dan Bendahara Nasional untuk periode 2026–2031,” ujarnya.
Selain agenda nasional, Garda Metal Surabaya juga mulai mematangkan langkah menuju Musyawarah Daerah (Musda) tingkat kota. Forum ini diproyeksikan sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan sekaligus penguatan basis organisasi di tingkat lokal.
Sementara itu, Ketua Konsulat Cabang FSPMI Surabaya, Doni Ariyanto, menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi pasca sejumlah agenda besar yang telah dilalui, termasuk Kongres FSPMI dan Munas SPA di Ancol, Jakarta, Februari lalu.
Menurutnya, stabilitas internal menjadi fondasi utama agar organisasi tetap mampu menjalankan peran strategisnya sebagai representasi gerakan buruh, khususnya di Jawa Timur.
“Organisasi harus terus berjalan dan tetap solid. FSPMI adalah lokomotif gerakan buruh di Jawa Timur yang tidak bisa dipandang sebelah mata,” tegasnya.
Doni juga menyoroti peran Garda Metal sebagai elemen terdepan dalam menjaga kedaulatan organisasi. Ia menyebut, posisi tersebut menuntut kesiapan mental, kedisiplinan, serta komitmen tinggi dari setiap anggota.
“Peran Garda Metal sangat berat, penuh risiko, dan membutuhkan dedikasi tinggi. Karena itu, militansi, keikhlasan, serta penguatan doktrin dan pelatihan dasar harus terus ditingkatkan,” katanya.
Ia memastikan hingga saat ini kondisi FSPMI di Surabaya tetap kondusif tanpa konflik internal. Situasi tersebut, menurutnya, harus dijaga dengan memperkuat solidaritas dan rasa kebersamaan di semua lini organisasi.
Forum kemudian ditutup dengan Halal Bihalal yang berlangsung penuh keakraban. Para peserta saling bersalaman dan bermaafan, menandai komitmen bersama untuk menjaga soliditas serta kesiapan menghadapi berbagai agenda organisasi ke depan. (Nay).

