Kilas Java, Surabaya - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Tim Nawasena berhasil meraih juara dua dalam ajang International Student Design Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Worldwide Ferry Safety Association (WFSA).
Capaian tersebut diraih melalui inovasi desain kapal feri bernama MV Great Idia yang mengusung konsep transportasi air ramah lingkungan berbasis bahan bakar Compressed Natural Gas (CNG).
Kompetisi desain kapal feri tingkat internasional ini berlangsung secara daring sejak Desember 2025. Pengumuman pemenang dilakukan pada Februari 2026. Atas keberhasilan tersebut, tim Nawasena ITS dijadwalkan menghadiri awarding speech di New York City, Amerika Serikat, pada 5–7 Mei 2026 mendatang.
Kompetisi ini diikuti 18 tim mahasiswa dari sembilan negara, antara lain Indonesia, Pakistan, Inggris, Bangladesh, Amerika Serikat, Portugal, Mesir, Filipina, dan Nigeria. Tim Nawasena ITS sendiri terdiri dari sepuluh mahasiswa lintas departemen.
Delapan mahasiswa berasal dari Departemen Teknik Sistem Perkapalan, yakni Bachtiar Shifa Bahari, Khansa Arkhap Farica, Andrean Prakoso Frans LP, Muhamad Farid F, M Dzaki Al Husni, Reihan Rizky Ardiansyah, dan William Noah Marthin S. Dua anggota lainnya berasal dari Departemen Teknik Mesin, yakni Fahmi Wira Dewantara dan Bima Bagus Setyobudi.
Ketua tim Bachtiar Shifa Bahari menjelaskan bahwa desain kapal MV Great Idia dikembangkan sebagai solusi transportasi sungai yang aman, efisien, sekaligus berkelanjutan. Kapal tersebut dirancang untuk melayani rute Lokoja–Onitsha di Sungai Niger, Nigeria sesuai tema yang ditentukan dalam kompetisi.
Menurut Bachtiar, kapal tersebut mengadopsi desain wave-piercing catamaran hull. Konsep ini memungkinkan kapal menembus gelombang dengan lebih stabil sehingga mampu mengurangi hambatan hidrodinamika dan meningkatkan efisiensi operasional, terutama pada perairan dangkal.
MV Great Idia dirancang memiliki panjang 35 meter dengan lebar 11,4 meter dan draft sekitar 0,8 meter. Kapal ini mampu mengangkut hingga 200 penumpang serta muatan barang pasar sekitar 16 ton. Dengan kapasitas tersebut, kapal dirancang untuk menempuh perjalanan sekitar lima jam pada rute yang direncanakan.
Dari sisi energi, kapal memanfaatkan bahan bakar CNG yang dinilai lebih ramah lingkungan dibanding bahan bakar konvensional. Sistem kelistrikan kapal juga didukung generator berbahan bakar CNG yang dikombinasikan dengan panel surya serta teknologi waste heat recovery guna meningkatkan efisiensi energi sekaligus menekan emisi karbon.
Konsep desain tersebut turut mendukung agenda pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan United Nations melalui kerangka Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada aspek energi bersih, inovasi industri, serta penanganan perubahan iklim.
Selain efisiensi energi, tim perancang juga memperhatikan kondisi infrastruktur di jalur pelayaran yang dituju. Rute Lokoja–Onitsha diketahui memiliki keterbatasan fasilitas dermaga. Untuk mengatasi hal itu, kapal dilengkapi forward ramp door serta onboard crane yang memungkinkan proses naik turun penumpang maupun bongkar muat barang dilakukan tanpa ketergantungan pada pelabuhan permanen.
Aspek keselamatan pelayaran juga menjadi perhatian dalam perancangan kapal ini. MV Great Idia dirancang mengikuti standar klasifikasi inland navigation vessel dari Bureau Veritas (NR217).
Kapal juga dilengkapi sistem Nawasena Navigation Assisted atau NAVENA yang berfungsi sebagai sistem peringatan dini guna membantu mencegah potensi tabrakan di jalur penyeberangan yang padat.
Prestasi ini menambah catatan panjang kiprah Tim Nawasena ITS di berbagai kompetisi desain kapal internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, tim tersebut berhasil meraih juara pertama pada WFSA International Student Design Competition 2022, juara ketiga pada 2023, juara pertama pada 2024, serta juara ketiga pada 2025.
Pada 2025, tim ini juga meraih juara ketiga dalam kompetisi desain kapal mahasiswa yang diselenggarakan oleh Society of Naval Architects and Marine Engineers.
Melalui inovasi MV Great Idia, mahasiswa ITS menunjukkan kemampuan merancang solusi transportasi perairan berbasis riset yang adaptif terhadap kebutuhan lokal, sekaligus mengintegrasikan aspek keselamatan, efisiensi energi, dan keberlanjutan lingkungan dalam desain kapal modern. (Nay).

