Kilas Java, Jakarta – Upaya mempercepat pertemuan antara pencari kerja dan dunia industri terus dilakukan Kementerian Ketenagakerjaan. Salah satunya melalui pelaksanaan Walk-In Interview yang memungkinkan pencaker bertatap muka langsung dengan perusahaan tanpa harus melewati alur rekrutmen panjang dan berbelit. Skema ini terhubung dengan platform SIAPkerja guna memastikan proses berjalan cepat, transparan, dan terintegrasi.
Sebanyak 150 pencaker tercatat mengikuti Walk-In Interview untuk memperebutkan 11 kuota tenaga kerja pada sembilan posisi yang dibuka oleh perusahaan industri makanan Se’Indonesia. Penempatan kerja difokuskan di wilayah Jabodetabek, seiring tingginya kebutuhan tenaga kerja sektor food and beverages.
Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menilai model wawancara langsung seperti ini merupakan wujud kehadiran negara dalam memfasilitasi akses kerja yang lebih adil dan efisien.
Menurutnya, Walk-In Interview mampu memangkas jarak antara pencaker dan pemberi kerja sekaligus memperkuat integrasi layanan ketenagakerjaan melalui SIAPkerja.
Metode ini dinilai lebih efektif dibanding seleksi administrasi daring yang kerap memakan waktu lama. Dalam Walk-In Interview, perusahaan tidak hanya menilai kandidat dari berkas lamaran, tetapi dapat langsung berinteraksi dan menggali potensi pencaker secara menyeluruh sejak tahap awal.
Dari sisi pencaker, pola ini memberi kejelasan proses rekrutmen sejak awal. Tahapan seleksi menjadi lebih singkat, sekaligus mengurangi waktu tunggu yang selama ini menjadi keluhan utama para pencari kerja. Dengan mekanisme tatap muka, pencaker juga memperoleh gambaran langsung mengenai kebutuhan dan ekspektasi perusahaan.
Cris menegaskan bahwa Kemnaker ingin memastikan setiap talenta Indonesia memiliki akses yang cepat dan transparan untuk memperoleh pekerjaan. Karena itu, ia mengimbau pencaker agar selalu memperbarui dan mengoptimalkan profil pada aplikasi SIAPkerja.
Profil yang tertata dan mutakhir akan mempermudah proses verifikasi lapangan, sekaligus memperbesar peluang pada kesempatan seleksi berikutnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Kemnaker tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi juga memastikan seluruh proses rekrutmen berjalan sesuai regulasi ketenagakerjaan.
Aspek pemenuhan hak pekerja, bahkan sejak tahap awal seleksi, menjadi perhatian utama agar percepatan proses tetap dibarengi kepastian prosedur yang tertib dan akuntabel.
Kemnaker juga mengajak masyarakat, khususnya para pencaker, untuk aktif memantau agenda Walk-In Interview berikutnya melalui kanal media sosial resmi @kemnaker dan portal kemnaker.go.id. Informasi tersebut diharapkan dapat disebarluaskan agar lebih banyak masyarakat memperoleh akses yang setara terhadap peluang kerja.
Sementara itu, Talent Acquisition Specialist PT Bangkit Lakukuliner Indonesia, Carmenita Natali, menyebut Walk-In Interview sangat membantu perusahaan dalam menjaring pencaker berkualitas secara lebih cepat.
Ia mengungkapkan, tidak sedikit peserta yang telah terserap dan bergabung dengan perusahaannya melalui skema tersebut.
Menurut Carmenita, pola rekrutmen seperti ini memberikan keuntungan bagi industri karena proses seleksi menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.
Ia berharap dukungan pemerintah terhadap sektor food and beverages melalui mekanisme Walk-In Interview dapat terus berlanjut seiring kebutuhan tenaga kerja yang terus meningkat. (Nay).

