Notification

×

Iklan

Iklan

Tekan Risiko Kecelakaan, KAI Surabaya Edukasi Pengguna Jalan di JPL Benowo dan Pakal

Sabtu, 14 Februari 2026 | Februari 14, 2026 WIB Last Updated 2026-02-14T04:05:16Z
Kilas Java, Surabaya — Upaya menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang kembali digencarkan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya bersama Dinas Perhubungan Kota Surabaya menggelar sosialisasi keselamatan di dua titik rawan, yakni JPL 378 di Jalan Pondok Benowo Indah dan JPL 369A di Jalan Pakal, Kota Surabaya.

Kegiatan ini melibatkan petugas gabungan dari KAI Daop 8 Surabaya, Dinas Perhubungan, serta unsur kewilayahan setempat. Para petugas memberikan edukasi langsung kepada pengguna jalan yang melintas, mulai dari pengendara sepeda motor, mobil pribadi, hingga kendaraan angkutan barang.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan keselamatan di perlintasan sebidang bukan semata tanggung jawab operator kereta api. 

Menurut dia, aspek keselamatan hanya dapat terwujud apabila terdapat kedisiplinan kolektif antara penyelenggara transportasi, pemerintah daerah, dan masyarakat sebagai pengguna jalan.

“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih disiplin mematuhi rambu dan aturan saat melintasi perlintasan sebidang, seperti berhenti sejenak, menengok kiri dan kanan, serta mendahulukan perjalanan kereta api,” ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut, petugas mengingatkan bahwa kereta api memiliki jalur khusus dan tidak dapat berhenti secara mendadak karena keterbatasan sistem pengereman serta panjang rangkaian. Oleh sebab itu, pengguna jalan diwajibkan memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintas.

Edukasi disampaikan secara persuasif melalui dialog langsung, pembagian brosur keselamatan, serta pemasangan imbauan visual di sekitar lokasi. 

Petugas juga menekankan pentingnya mematuhi palang pintu, sinyal peringatan, dan rambu lalu lintas yang telah terpasang.

Perlintasan sebidang selama ini menjadi salah satu titik krusial dalam sistem transportasi darat, terutama di wilayah perkotaan dengan mobilitas tinggi seperti Surabaya. Minimnya disiplin dan budaya tertib berlalu lintas kerap menjadi faktor dominan dalam sejumlah insiden yang terjadi.

KAI Daop 8 Surabaya berharap langkah preventif ini dapat meningkatkan kesadaran publik dan menurunkan potensi kecelakaan. 

“Dengan kerja sama dan kesadaran bersama, diharapkan tercipta perjalanan kereta api serta lalu lintas jalan raya yang aman, tertib, dan lancar,” kata Mahendro.

Sosialisasi semacam ini, menurut KAI, akan terus dilakukan secara berkala di berbagai titik perlintasan sebidang di wilayah Daop 8. Pendekatan edukatif dipilih sebagai strategi jangka panjang untuk membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan di tengah masyarakat. (Nay).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update