Notification

×

Iklan

Iklan

Sejuta Pohon di Pasuruan: Strategi BKKBN Jatim Perkuat Ketahanan Lingkungan dan Keluarga

Jumat, 13 Februari 2026 | Februari 13, 2026 WIB Last Updated 2026-02-13T06:12:32Z
KILAS JAVA, PASURUAN — Udara sejuk lereng Gunung Arjuno dan Gunung Welirang, Prigen, Pasuruan, menjadi saksi dimulainya gerakan besar penghijauan. Selama dua hari, 12–13 Februari 2026, Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Timur menggelar aksi Penanaman Sejuta Pohon di kawasan Bumi Perkemahan Raden Soerjo.

Bukan sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi penegasan komitmen menyukseskan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Isu lingkungan, mulai dari sampah hingga ancaman krisis iklim, kini ditempatkan sebagai agenda bersama yang membutuhkan kerja kolektif.

Puluhan peserta menanam berbagai jenis pohon, seperti mahoni dan cemara. Jenis tanaman dipilih menyesuaikan karakteristik lahan pegunungan. 

Kawasan ini memiliki fungsi penting sebagai daerah resapan air dan penyangga ekosistem di wilayah Pasuruan dan sekitarnya.

Plh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sukamto, menegaskan bahwa penanaman pohon harus dimaknai sebagai investasi jangka panjang. 

Menurutnya, reboisasi bukan hanya memperindah kawasan, tetapi juga memperkuat daya tahan lingkungan.

“Ini bukan hanya soal kebersihan. Kita ingin melindungi dan meningkatkan kembali penghijauan. Dampaknya untuk menekan pemanasan global dan mencegah bencana alam,” ujarnya.

Sukamto menyebut aksi di Prigen menjadi titik awal. Ke depan, kegiatan serupa akan diperluas ke wilayah lain di Jawa Timur dengan menyesuaikan kondisi geografis masing-masing daerah. Targetnya, gerakan ini tidak berhenti di satu lokasi.

Kekuatan utama BKKBN Jatim, kata dia, terletak pada jejaring 666 balai penyuluhan keluarga berencana yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. 

Jaringan tersebut akan menjadi motor penggerak implementasi Gerakan ASRI di lingkungan kerja masing-masing.

“Kami ingin lingkungan kerja yang bersih, tertata, dan nyaman. Lingkungan yang baik akan berdampak langsung pada motivasi dan produktivitas,” tegasnya.

Dukungan juga datang dari Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Jawa Timur. Ketua DPD IPeKB Jatim, Senja Susanti, menyatakan pihaknya siap menduplikasi gerakan ini melalui DPC di 38 kabupaten/kota.

Dalam kegiatan di Prigen, setiap daerah mengirimkan 10 perwakilan. IPeKB berencana memperluas gerakan melalui rapat kerja daerah agar implementasinya lebih sistematis dan terukur.

Menurut Senja, gerakan penghijauan harus dimulai dari kesadaran individu dan keluarga. Jika keluarga menjadi basis perubahan, maka dampaknya akan meluas secara signifikan.

Penanaman pohon di lereng Arjuno-Welirang itu menjadi simbol bahwa penguatan keluarga dan pelestarian lingkungan tidak bisa dipisahkan. Keduanya saling menopang.

Di tengah meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi dan kerusakan lingkungan, langkah-langkah konkret seperti ini menjadi relevan. Gerakan Indonesia ASRI, jika konsisten dijalankan, dapat menjadi fondasi perubahan perilaku kolektif.

Dari Prigen, pesan itu ditegaskan: menjaga bumi bukan pilihan, melainkan keharusan. Dan sejuta pohon yang mulai tumbuh di lereng gunung menjadi pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah yang ditanam hari ini. (Nay).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update