Notification

×

Iklan

Iklan

Polri Matangkan Sistem Multi-Tools dan Multi-Assessor untuk Cetak SDM Unggul

Kamis, 12 Februari 2026 | Februari 12, 2026 WIB Last Updated 2026-02-12T06:42:49Z
KILAS JAVA, JAKARTA — Markas besar Kepolisian Negara Republik Indonesia terus merapikan fondasi pembinaan sumber daya manusia. Kamis, 12 Februari 2026, Polri menggelar Konsolidasi Asesor Assessment Center Polri Tahun 2026 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. 

Forum ini menjadi ruang penyelarasan persepsi sekaligus evaluasi nasional atas sistem penilaian kompetensi yang menjadi tulang punggung promosi jabatan di tubuh Korps Bhayangkara.

Kegiatan tersebut mengusung tema Penguatan Assessment Center Polri sebagai Komponen Utama dalam Pembinaan Karier untuk Mewujudkan SDM yang Unggul. 

Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri Brigjen Pol Langgeng Purnomo membuka acara mewakili Asisten Kapolri Bidang SDM.

Dalam sambutan As SDM Kapolri yang dibacakannya, ditegaskan bahwa Polri tengah mematangkan langkah transformasi menuju organisasi modern dan profesional. 

Transformasi itu, antara lain, ditempuh melalui tata kelola personel yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis merit.

“Penguatan sistem meritokrasi melalui assessment center yang multi-tools dan multi-assessor dilakukan untuk memastikan pembinaan karier anggota Polri berjalan objektif, sehingga terpilih personel yang berintegritas dan berkompeten di tengah dinamika tantangan global yang kian kompleks,” ujar Langgeng.

Assessment Center diposisikan sebagai instrumen strategis dalam proses tersebut. Melalui pendekatan saintifik dan metodologi terstandar, lembaga ini berfungsi sebagai filter untuk mengukur kompetensi manajerial para calon pimpinan di berbagai level jabatan. 

Prinsip right man on the right place menjadi orientasi utama, sekaligus upaya mereduksi persepsi subjektivitas dalam promosi karier.

Menurut Langgeng, penguatan meritokrasi tidak cukup hanya melalui regulasi. Diperlukan konsistensi implementasi dan evaluasi berkelanjutan. 

“Tahun ini Polri memperkuat meritokrasi pembinaan karier melalui Assessment Center. Karena itu, konsolidasi ini penting untuk analisis, evaluasi, dan perbaikan ke depan. Visi besar kami adalah mewujudkan SDM unggul tidak hanya bagi internal Polri, tetapi juga bagi bangsa Indonesia,” katanya.

Forum tersebut turut menghadirkan narasumber eksternal dari Perkumpulan Assessment Center Indonesia. 

Kehadiran pihak independen dimaksudkan untuk memperkaya perspektif sekaligus menjaga standar profesionalisme penilaian. 

Hadir pula para Kepala Biro SDM Polda jajaran, Kabagpenkompeten, serta seluruh asesor Polri, baik secara langsung maupun daring.

Sejak dirintis pada 2009, Assessment Center Polri menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga 2025, tercatat 1.763 asesor tersebar di seluruh Indonesia. 

Lembaga ini telah meraih Akreditasi A dari Badan Kepegawaian Negara, sertifikasi ISO 9001:2015, serta sejumlah Rekor MURI terkait pelatihan asesor dan jumlah asesi terbanyak dalam kurun 15 tahun.

Kepercayaan eksternal juga meningkat. Jika pada 2021 baru 18 instansi yang bermitra, pada 2025 jumlahnya melampaui 50 instansi dengan total lebih dari 2.500 asesi eksternal. 

Data ini menandai bahwa Assessment Center Polri tidak hanya berfungsi untuk kebutuhan internal, tetapi juga dipercaya sebagai rujukan penilaian kompetensi lintas lembaga.

Dalam kesempatan itu, Polri juga memberikan penghargaan kepada Polda berprestasi yang dinilai konsisten menjaga kualitas asesmen, baik untuk kepentingan internal maupun layanan eksternal.

Langgeng menegaskan, penguatan sistem tidak berhenti pada capaian administratif. “Assessment Center Polri berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem, menguatkan metodologi, dan menjaga integritas dalam setiap proses asesmen guna melahirkan kader-kader pimpinan yang unggul, berintegritas, dan profesional demi masa depan Indonesia,” ujarnya.

Di tengah tuntutan publik atas institusi yang semakin transparan dan akuntabel, pembenahan tata kelola karier menjadi salah satu ujian krusial. 

Konsolidasi nasional ini menunjukkan bahwa reformasi Polri tidak hanya berbicara pada tataran struktur dan teknologi, melainkan juga pada kualitas manusia yang menggerakkannya. (Nay).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update