Tiga Prodi Unusa Raih Hibah PP-PTS 2026, Kantongi Dana Penguatan Lebih dari Rp500 Juta
0 menit baca
KILAS JAVA, SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kembali mencatatkan capaian di bidang pendidikan tinggi. Tiga program studi di bawah rumpun ilmu kesehatan berhasil lolos sebagai penerima hibah Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) Tahun 2026 Skema B dengan total pendanaan lebih dari Rp500 juta.
Program studi yang memperoleh hibah tersebut adalah S1 Pendidikan Dokter, S1 Keperawatan, dan S1 Kesehatan Masyarakat. Pendanaan itu akan dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas pembelajaran, pengembangan fasilitas akademik, inovasi pendidikan, serta peningkatan kompetensi mahasiswa agar lebih siap menghadapi kebutuhan sektor kesehatan yang terus berkembang.
Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi swasta di Indonesia. Pada pelaksanaannya, program ini terbagi dalam dua skema.
Skema A difokuskan bagi perguruan tinggi swasta berkapasitas kecil hingga menengah dengan orientasi peningkatan kualitas pembelajaran melalui dukungan sarana, prasarana, dan peralatan akademik.
Sementara Skema B merupakan hibah kompetitif tingkat nasional yang ditujukan bagi perguruan tinggi swasta dengan kapasitas kelembagaan yang telah mapan sehingga mampu memperkuat keunggulan program studi, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menghasilkan lulusan yang semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.
Keberhasilan tiga program studi Unusa memperoleh hibah Skema B menunjukkan pengakuan atas kapasitas institusi dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga mampu merespons perubahan ilmu pengetahuan, perkembangan teknologi, dan dinamika pelayanan kesehatan nasional.
Program tersebut juga selaras dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat tentang Pendidikan Berkualitas dan tujuan ketiga mengenai Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Penguatan pendidikan tenaga kesehatan dipandang sebagai bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus memperkuat daya saing sumber daya manusia Indonesia.
Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA., mengatakan hibah tersebut merupakan bentuk kepercayaan pemerintah terhadap komitmen Unusa dalam meningkatkan mutu pendidikan, terutama pada bidang kesehatan yang menjadi salah satu sektor strategis nasional.
"Program ini menjadi momentum bagi Unusa untuk memperkuat kualitas proses pembelajaran sehingga lulusan yang dihasilkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dunia industri, dan perkembangan layanan kesehatan," kata Tri Yogi.
Menurut dia, peningkatan kualitas lulusan menjadi bagian dari strategi perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan, memiliki daya saing tinggi, serta mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan kesehatan maupun pertumbuhan ekonomi nasional.
Melalui hibah tersebut, ketiga program studi akan menjalankan sejumlah program penguatan, mulai dari pembaruan metode pembelajaran, pengembangan fasilitas akademik, peningkatan kapasitas dosen, hingga inovasi pendidikan berbasis teknologi dan praktik lapangan.
S1 Pendidikan Dokter selama ini didukung rumah sakit pendidikan yang terintegrasi sebagai wahana pembelajaran klinis. Adapun Program Studi S1 Keperawatan dan S1 Kesehatan Masyarakat terus mengembangkan model pembelajaran berbasis praktik, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kompetensi lulusan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Unusa juga terus memperluas pengakuan akademiknya melalui peningkatan akreditasi, penguatan jejaring kerja sama internasional, serta berbagai capaian pada pemeringkatan perguruan tinggi tingkat nasional maupun global.
Dukungan hibah PP-PTS 2026 menjadi salah satu instrumen untuk mempercepat transformasi pendidikan tinggi kesehatan yang lebih inovatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam menyiapkan tenaga kesehatan profesional. (Nayla).