Polisi Mojokerto Kota Gandeng Sekolah dan Vape Store Cegah Penyalahgunaan Narkoba
KILAS JAVA, KOTA MOJOKERTO – Polres Mojokerto Kota memperkuat langkah pencegahan terhadap potensi penyalahgunaan narkotika yang diduga mulai menyasar media rokok elektronik atau vape. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi kepada pelajar serta pembinaan kepada pemilik dan pengelola toko vape di wilayah Kota Mojokerto.
Langkah preventif itu ditempuh sebagai respons terhadap berkembangnya modus peredaran narkotika yang memanfaatkan produk vape sebagai sarana konsumsi maupun distribusi.
Aparat kepolisian menilai edukasi menjadi instrumen penting untuk membangun kesadaran sejak dini, terutama di kalangan generasi muda yang menjadi kelompok rentan terhadap penyalahgunaan zat adiktif.
Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto mengatakan pihaknya terus mengintensifkan edukasi mengenai bahaya narkoba, termasuk berbagai bentuk dan pola peredarannya yang terus berkembang mengikuti tren di masyarakat.
"Kami memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, termasuk modus peredarannya yang kini diduga memanfaatkan media rokok elektronik atau vape. Selain itu, pembinaan juga kami lakukan kepada para pelaku usaha vape store," kata Herdiawan, Jumat (17/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan penjelasan mengenai konsekuensi hukum dan dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan apabila produk vape dicampur dengan zat narkotika atau bahan berbahaya lainnya.
Para pedagang diingatkan untuk tidak memperjualbelikan produk yang melanggar ketentuan perundang-undangan.
Polres Mojokerto Kota juga mendorong para pelaku usaha agar berperan aktif dalam mendukung upaya pencegahan.
Pedagang diminta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan indikasi transaksi mencurigakan, dugaan penyalahgunaan vape yang dicampur narkoba, maupun aktivitas yang mengarah pada peredaran barang terlarang.
Menurut Herdiawan, pencegahan menjadi strategi yang tidak kalah penting dibandingkan penindakan.
Pendekatan edukatif dinilai mampu memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi ancaman narkotika yang terus berkembang dengan berbagai modus baru.
Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap generasi muda membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Kepolisian tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan sekolah, keluarga, pelaku usaha, serta masyarakat luas.
"Sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, orang tua, masyarakat, dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari peredaran narkoba," ujarnya.
Sejalan dengan itu, Polres Mojokerto Kota menyatakan akan terus mengoptimalkan langkah preemtif dan preventif di lapangan, disertai penegakan hukum terhadap setiap bentuk penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
Kegiatan sosialisasi kepada pelajar dan pembinaan kepada pelaku usaha vape menjadi bagian dari upaya membangun kewaspadaan kolektif terhadap ancaman narkoba yang kini memanfaatkan berbagai medium baru untuk menjangkau korbannya. (Nayla).