Kemenag Jatim Salurkan 35.835 Santunan Lebaran Yatim, Luncurkan Program ZAWA BE SMART
0 menit baca
KILAS JAVA, SIDOARJO – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur menggelar Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas Tahun 2026 dengan mengusung tema Festival Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri di Aula Kanwil Kemenag Jatim, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Peaceful Muharram 1448 Hijriah yang diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia secara nasional.
Momentum ini tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga mempertegas komitmen pemerintah dalam menghadirkan ruang yang inklusif bagi anak-anak yatim dan penyandang disabilitas. Sebanyak 115 penerima manfaat memperoleh paket sembako, perlengkapan sekolah, serta santunan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menghadirkan kebahagiaan pada bulan Muharram.
Secara keseluruhan, hingga Kamis siang, Kemenag bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) telah menyalurkan 35.835 paket santunan di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menegaskan bahwa memuliakan anak yatim merupakan amanah yang telah diajarkan dalam Al-Qur'an. Karena itu, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak menyakiti, menelantarkan, ataupun mengambil hak-hak anak yatim.
"Jangan membentak anak yatim apalagi menelantarkan mereka. Cukupi kebutuhannya. Jaga hartanya, jangan sampai memakan harta anak yatim. Didik dan sayangilah mereka, karena setiap kebaikan yang kita lakukan sejatinya akan kembali kepada diri kita sendiri," ujarnya.
Menurut Sruji, Lebaran Yatim tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan seremonial penyaluran bantuan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak yatim dan penyandang disabilitas agar mampu mengembangkan potensi, bakat, dan kepercayaan diri mereka.
"Menjadi yatim bukan kehendak mereka, begitu pula menjadi penyandang disabilitas. Masa depan yang baik adalah milik semua orang. Allah menjaga mereka melalui tangan-tangan baik kita, para pengurus panti, lembaga sosial, orang tua, serta seluruh masyarakat," katanya.
Ia juga memberikan motivasi kepada para penerima manfaat agar terus memiliki semangat belajar dan mengejar cita-cita tanpa menyerah pada keadaan.
"Jangan pernah putus asa. Banyak orang baik di sekitar kalian dan Allah SWT akan selalu membersamai setiap langkah kalian menuju masa depan yang lebih baik," tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sruji turut mengapresiasi kontribusi BAZNAS, Badan Wakaf Indonesia (BWI), Forum Zakat (FOZ), serta seluruh Lembaga Amil Zakat yang selama ini dinilai konsisten menjalankan fungsi filantropi secara profesional, amanah, transparan, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Sebagai langkah memperkuat tata kelola zakat dan wakaf, Kanwil Kemenag Jawa Timur juga segera meluncurkan program ZAWA BE SMART. Program ini merupakan akronim dari Berdampak, Solutif, Amanah, Audited, Relationship, dan Trust.
Melalui program tersebut, Kanwil Kemenag Jatim menargetkan terbangunnya sinergi yang lebih kuat antara Kemenag Provinsi, Kemenag Kabupaten/Kota, BAZNAS, BWI, LAZ, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) KUA, UPZ Madrasah, hingga berbagai pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan pemberdayaan zakat dan wakaf di Jawa Timur.
"Semoga Lebaran Yatim tahun ini benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak yatim dan penyandang disabilitas. Teruslah belajar, berusaha, dan jadilah anak-anak yang sukses di masa depan," ucapnya.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jawa Timur, para kepala bidang dan pembimbing masyarakat (Pembimas), para ketua tim kerja, perwakilan BAZNAS Jawa Timur, BWI Jawa Timur, Forum Zakat Jawa Timur, serta pengurus berbagai Lembaga Amil Zakat. Secara daring, acara juga diikuti kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota se-Jawa Timur beserta jajaran, kepala KUA, kepala madrasah, serta pengurus BAZNAS, BWI, dan LAZ di daerah.
Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas Tahun 2026 merupakan gerakan kepedulian sosial yang digelar Kementerian Agama secara serentak di seluruh Indonesia melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama dan Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian Agama bersinergi dengan BAZNAS, BWI, serta berbagai Lembaga Amil Zakat untuk menyalurkan ratusan ribu paket bantuan dan santunan kepada anak-anak yatim dan penyandang disabilitas sebagai penguatan nilai kepedulian sosial dan kemanusiaan di bulan Muharram. (Nayla).