Notification

×

Iklan

Iklan

Sertifikasi Gratis untuk Peserta Magang, Kemnaker Perkuat Daya Saing Tenaga Kerja

Kamis, 07 Mei 2026 | Mei 07, 2026 WIB Last Updated 2026-05-07T10:34:06Z
KILAS JAVA, BOGOR — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pentingnya sertifikasi kompetensi bagi lulusan program pemagangan nasional sebagai instrumen pengakuan formal atas keterampilan kerja yang dimiliki peserta. Sertifikasi dinilai menjadi elemen penting untuk memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia di tengah kebutuhan industri yang terus berkembang.

Karena itu, pemerintah memfasilitasi sertifikasi kompetensi secara gratis bagi peserta yang telah menyelesaikan program pemagangan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperbesar peluang lulusan magang untuk terserap di dunia kerja formal.

“Sertifikasi kompetensi ini kami berikan secara cuma-cuma sebagai bentuk apresiasi sekaligus modal bagi para peserta. Kami ingin lulusan magang tidak hanya membawa pengalaman praktis, tetapi juga memiliki bukti formal yang diakui secara luas oleh industri,” ujar Yassierli saat meninjau pelaksanaan program pemagangan nasional di PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk, Gunung Puteri, Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/5/2026).

Menurut Yassierli, program pemagangan tidak lagi sekadar menjadi ruang pembelajaran teknis, tetapi telah berkembang sebagai jalur strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan industri modern. Karena itu, pengalaman kerja lapangan perlu diperkuat dengan pengakuan kompetensi yang terstandar.

Ia mengungkapkan, sebagian peserta magang bahkan telah direkrut menjadi karyawan tetap oleh perusahaan tempat mereka menjalani pelatihan. Sementara peserta lainnya masih berada dalam tahap evaluasi sesuai kebutuhan dan standar perusahaan.

Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa dunia usaha kini semakin mengedepankan kualitas kontribusi dan kemampuan adaptasi calon tenaga kerja sejak masa pemagangan berlangsung.

“Perusahaan akan merekrut tenaga kerja yang mampu memberikan kontribusi nyata. Manfaatkan masa magang ini untuk menunjukkan kualitas dan kompetensi sebagai profesional,” katanya.

Yassierli juga mengapresiasi kolaborasi antara pengelola program, perusahaan mitra, dan para peserta yang dinilai mampu menciptakan ekosistem pembelajaran kerja yang produktif. Sinergi tersebut diharapkan terus diperkuat untuk mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja nasional secara berkelanjutan.

Ia menilai kombinasi antara pengalaman kerja langsung dan sertifikasi kompetensi menjadi fondasi penting dalam membangun SDM unggul yang selaras dengan transformasi industri dan perkembangan teknologi.

Salah satu peserta magang, Sofi Khairunnisa, 23, mengaku memperoleh pengalaman kerja yang jauh berbeda dibandingkan pembelajaran teoritis di bangku kuliah. Perempuan yang ditempatkan di bagian warehouse administration itu menyebut lingkungan kerja memberikan tantangan sekaligus ruang pengembangan kemampuan secara nyata.

“Program magang ini sangat berbeda dengan teori di kampus. Lingkungan warehouse lebih dinamis dan fleksibel, sehingga saya dapat melatih kemampuan mengambil keputusan secara cepat serta beradaptasi di lapangan,” ujarnya.

Saat ini, sebanyak 32 peserta magang dari Batch 2 dan Batch 3 ditempatkan di berbagai posisi di PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk, Gunung Puteri. Penempatan tersebut mencakup bidang administrasi hingga posisi teknis seperti Continuous Improvement (CI) yang berfokus pada efisiensi produksi dan pemeliharaan mandiri perusahaan. (Nayla).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update