Notification

×

Iklan

Iklan

Mini Soccer Jadi Strategi Jitu, BRI dan KAI Daop 8 Surabaya Pererat Hubungan Lintas Sektor

Selasa, 17 Februari 2026 | Februari 17, 2026 WIB Last Updated 2026-02-17T05:26:51Z
KILAS JAVA, SURABAYA – Sinergi antar-lembaga tak lagi melulu dibangun di ruang rapat berpendingin udara. Di tengah padatnya aktivitas perbankan dan layanan transportasi publik, pendekatan kolaboratif kini merambah lapangan hijau. 

Konsep sport networking atau membangun jejaring melalui olahraga menjadi strategi baru yang efektif sekaligus elegan dalam memperkuat relasi lintas sektor.

Langkah tersebut diwujudkan BRI Regional Office Surabaya melalui BRI Branch Office Kusuma Bangsa yang menggelar laga persahabatan mini soccer bersama KAI Daop 8 Surabaya. Pertandingan berlangsung di Brilian Stadium pada Selasa (10/2/2026).

Atmosfer kompetitif memang terasa, namun esensinya jauh melampaui skor akhir. Agenda ini menjadi ruang diplomasi korporasi dalam format yang lebih cair, terbuka, dan produktif.

Pimpinan Cabang BRI Surabaya Kusuma Bangsa, Yanri Eka Putra, menegaskan bahwa hubungan profesional antarlembaga membutuhkan fondasi komunikasi yang sehat dan berkelanjutan. 

Interaksi di luar jam kerja, menurutnya, mampu menciptakan kedekatan yang sulit terbangun dalam suasana formal.

“Kami sengaja memilih mini soccer sebagai ajang membangun silaturahmi dengan tim KAI Daop 8 Surabaya. Semangat dan kebersamaan di lapangan ini menjadi modal penting untuk memperkuat hubungan profesional ke depan,” ujarnya.

Pendekatan ini bukan tanpa dasar. Sejumlah riset manajemen modern menunjukkan bahwa aktivitas fisik kolektif dalam lingkungan korporasi dapat meningkatkan hormon oksitosin yang berperan dalam membangun rasa percaya atau trust. 

Kepercayaan inilah yang menjadi fondasi utama kemitraan strategis jangka panjang.

Dalam konteks transformasi layanan publik, kolaborasi lintas sektor menjadi keniscayaan. 

Perbankan dan transportasi memiliki irisan kepentingan yang kuat, mulai dari sistem pembayaran, digitalisasi transaksi, hingga penguatan ekosistem ekonomi daerah. 

Sinergi yang terjalin secara personal diyakini akan mempercepat proses koordinasi di level institusi.

Yanri menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana membangun interaksi sosial yang sehat antarpegawai. Dengan suasana penuh sportivitas, sekat-sekat birokrasi dapat mencair, digantikan komunikasi yang lebih terbuka dan solutif.

“Harapannya, hubungan antarlembaga tidak lagi sekadar administratif. Kita ingin membangun kemitraan berbasis kepercayaan dan kedekatan personal yang profesional,” tegasnya.

Pertandingan ditutup dengan sesi ramah tamah. Momentum itu menegaskan satu pesan penting: kompetisi di lapangan hanyalah medium. 

Tujuan utamanya adalah memperkuat sinergi demi pelayanan yang semakin optimal kepada masyarakat.

Di tengah tantangan ekonomi dan percepatan transformasi digital, pendekatan humanis seperti ini menjadi pembeda. 
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update