KILAS JAVA, SURABAYA – Arus peziarah yang tak pernah surut di kawasan Ampel kini mendapat dukungan fasilitas baru. Ratusan ribu orang yang datang silih berganti ke Masjid Agung Sunan Ampel kini bisa mengakses air minum murni langsung dari mesin berteknologi tinggi yang dipasang di area masjid.
Fasilitas tersebut merupakan hasil kolaborasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Bank Mandiri. Mesin Alat Filter dan Pemurnian Air bertajuk Bluewave Smart Water Drinking Fountain resmi disalurkan pada Selasa (17/2/2026) sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat dan tanggung jawab sosial perusahaan.
Wakil Rektor IV ITS Agus Muhamad Hatta menjelaskan, kawasan religi Sunan Ampel setiap hari dipadati peziarah yang jumlahnya bisa mencapai 120 ribu orang. Lonjakan pengunjung itu menuntut ketersediaan air minum dan air bersih yang aman serta berkelanjutan.
“Teknologi ini diharapkan menjadi solusi nyata. Tidak hanya menyediakan air minum yang layak, tetapi juga mendukung sistem yang berkelanjutan,” ujarnya.
Mesin drinking fountain tersebut mengusung teknologi reverse osmosis yang mampu menyaring bakteri, partikel berbahaya, hingga kandungan klorin.
Dengan sistem high flow, suplai air tetap stabil meski digunakan dalam jumlah besar. Fitur sensor tanpa sentuh juga disematkan untuk menjaga higienitas, terutama di ruang publik dengan mobilitas tinggi.
Regional Chief Executive Officer Bank Mandiri Region VIII/Jawa 3, M Ashidiq Iswara, menyebut sinergi ini menjadi wujud konkret kolaborasi dunia pendidikan dan industri. Program tersebut dijalankan melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan.
Ia berharap kerja sama bersama Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat ITS tidak berhenti pada satu program. “Semoga ini menjadi awal kolaborasi yang lebih luas ke depan,” katanya.
Secara lebih luas, langkah ini juga selaras dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals.
Paling tidak, inisiatif tersebut mendukung tujuan ke-6 tentang air bersih dan sanitasi layak, tujuan ke-9 mengenai inovasi dan infrastruktur, serta tujuan ke-17 tentang kemitraan.
Di tengah tingginya aktivitas di kawasan religi Ampel, kehadiran teknologi tepat guna menjadi penopang penting kenyamanan publik.
ITS menunjukkan bahwa riset kampus tidak berhenti di laboratorium, melainkan mengalir langsung ke tengah masyarakat. (Naya).



