BREAKING NEWS

Vityuu Mouth Spray Inovasi Mahasiswa ITS, Manipulasi Rasa Manis, Tekan Keinginan Konsumsi Gula

KILAS JAVA, SURABAYA — Peningkatan kasus diabetes pada anak-anak dan remaja di Indonesia dalam satu dekade terakhir mendorong lahirnya berbagai inovasi untuk mengatasi perubahan pola hidup, salah satunya tingginya konsumsi makanan dan minuman manis. Melihat persoalan tersebut, tim mahasiswa Departemen Manajemen Bisnis Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan Vityuu Mouth Spray, inovasi yang dirancang untuk memanipulasi rasa manis pada lidah.

Produk berbasis startup bisnis ini dikembangkan oleh Muhammad Nadhif Ikmalsyah, Kevin Ananta Marga, dan Naila Zanuba Mustikaningrum di bawah binaan Inkubator Layanan Bisnis ITS (ILBI) Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST) ITS.

Direktur IKST ITS Dr Ir Endroyono DEA menyampaikan bahwa ITS memberikan dukungan bagi mahasiswa yang memiliki ketertarikan dalam mengembangkan bisnis. Menurutnya, pendampingan tersebut bertujuan agar mahasiswa tidak hanya memahami proses inovasi, tetapi juga mampu mengembangkan hasil riset menjadi produk yang memiliki nilai komersial.

“Kami (ITS) konsisten memanfaatkan jejaring yang ada, seperti mitra industri ataupun kementerian guna mendampingi pengembangan usaha para mahasiswa,” ujar sosok yang akrab disapa Edo tersebut.

Edo menjelaskan, ekosistem yang dibangun ITS diarahkan untuk membantu mahasiswa memahami berbagai aspek dalam proses hilirisasi, mulai dari pengembangan hasil riset, strategi pemasaran, hingga persiapan mencari investor.

Dalam pengembangan Vityuu Mouth Spray, tim mahasiswa memanfaatkan kandungan gymnemic acid yang berasal dari tanaman Gymnema sylvestre asal India. Senyawa tersebut diketahui mampu memengaruhi reseptor rasa manis pada lidah.

Kevin Ananta Marga, Direktur Operasional startup Vityuu, menjelaskan bahwa produk ini dirancang untuk membantu menekan keinginan mengonsumsi gula secara berlebihan dengan cara memutus pemicu awal dari siklus sugar craving atau dorongan kuat untuk mengonsumsi makanan dan minuman manis.

Menurut Kevin, rasa manis yang diterima oleh lidah dapat mengirimkan sinyal ke otak sebagai pengalaman menyenangkan melalui pelepasan dopamin. Kondisi tersebut kemudian dapat memperkuat dorongan seseorang untuk kembali mencari makanan atau minuman manis.

“Produk kami ini bekerja tepat di titik pemicu paling awal dari siklus sugar craving dengan menutup reseptor manis pada lidah,” jelasnya.

Ia menegaskan, mekanisme kerja Vityuu Mouth Spray bukan dengan membatasi konsumsi gula melalui pola yang menyulitkan pengguna. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, ketika rasa manis tidak lagi tertangkap oleh lidah, sinyal kepuasan yang memperkuat siklus craving juga dapat berkurang.

Selain memengaruhi persepsi rasa, pemblokiran sinyal manis pada lidah juga berkaitan dengan respons awal tubuh terhadap makanan manis. Kevin menjelaskan bahwa tubuh biasanya melepaskan sedikit insulin ketika lidah mendeteksi rasa manis melalui mekanisme cephalic phase insulin release. Respons tersebut dapat ikut tertekan ketika sinyal rasa manis diblokir, meski efeknya bersifat akut pada setiap penggunaan.

“Untuk mengubah pola craving secara jangka panjang tetap perlu adanya penggunaan konsisten sebagai bagian dari kebiasaan,” lanjut Kevin.

Menurut Kevin, hasil riset dan pengujian formula menunjukkan bahwa Vityuu Mouth Spray aman digunakan dalam jangka panjang. Produk tersebut menggunakan bahan herbal alami berupa ekstrak daun Gymnema sylvestre yang dipadukan dengan peppermint dan stevia.

Ia menyebutkan, produk tersebut juga tetap aman apabila tertelan. Bahkan, sejumlah studi menunjukkan adanya efek lanjutan yang dapat memengaruhi penyerapan gula serta respons insulin dalam sistem pencernaan. Namun, fungsi utama produk tetap bekerja optimal apabila cairan sempat berkontak dengan lidah.

Dalam penggunaannya, Vityuu Mouth Spray cukup disemprotkan sebanyak dua hingga tiga kali ke permukaan lidah. Cairan tersebut kemudian bekerja menghilangkan sensasi rasa manis, sementara kemampuan lidah mengenali rasa lain seperti asin, asam, dan pedas tetap berfungsi.

“Setelah disemprotkan, rasa hambar dari rasa manis akan bertahan dalam rentang waktu 15 sampai 60 menit,” kata Kevin.

Kandungan gymnemic acid dalam produk tersebut hanya menargetkan reseptor rasa manis tanpa mengganggu sensor rasa lainnya. Selain itu, efek turunan dari penggunaan produk ini disebut mampu membantu mengurangi nafsu makan sehingga konsumsi makanan dapat lebih terkontrol.

Melalui pengembangan inovasi tersebut, tim mahasiswa Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (FDKBD) ITS ini berhasil mencatat omzet sekitar Rp1,4 miliar per bulan hingga Agustus lalu. Vityuu Mouth Spray kini telah diproduksi secara masif melalui PT Visi Menyehatkan Nusantara.

Pengembangan inovasi tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan ITS terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs poin ke-4 mengenai Pendidikan yang Berkualitas serta SDGs poin ke-3 tentang Kehidupan yang Sehat dan Sejahtera melalui inovasi yang dikembangkan mahasiswa. (Nayla).
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar