Perkuat Pendidikan Tinggi, Unusa dan ITS Buka Akses Riset hingga Double Degree bagi Mahasiswa
0 menit baca
KILAS JAVA, SURABAYA - Memasuki era pendidikan tinggi yang semakin menuntut kolaborasi lintas disiplin, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memperkuat langkah strategis dengan menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Kedua perguruan tinggi tersebut resmi menjalin kerja sama akademik melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Surabaya, Senin (7/9).
Kerja sama ini menjadi bagian dari rangkaian Sidang Terbuka Senat Akademik Pengukuhan Penerimaan Mahasiswa Baru Unusa Tahun Akademik 2026/2027. Melalui sinergi tersebut, mahasiswa Unusa mendapatkan peluang lebih luas untuk mengakses pengalaman pembelajaran, kegiatan riset, hingga melanjutkan pendidikan di ITS.
Rektor Unusa, Prof Tri Yogi Yuwono, menyebut kerja sama dengan ITS memiliki makna lebih besar dibandingkan sekadar kesepakatan kelembagaan. Menurutnya, MoU tersebut menjadi fondasi kolaborasi akademik yang mempertemukan keunggulan masing-masing institusi.
"MoU ini bukan sekadar dokumen formalitas, melainkan sebuah payung kerja sama akademik yang menyatukan kekuatan medis dan humaniora Unusa dengan keunggulan sains dan teknologi yang dimiliki ITS," ujar Prof Tri Yogi.
Sementara itu, Rektor ITS Prof Bambang Pramujati mengatakan kerja sama antarperguruan tinggi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik yang lebih luas. Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa Unusa dapat berinteraksi dan belajar di ITS, khususnya pada program studi yang tersedia di kedua kampus.
“ITS memberikan kesempatan para mahasiswa Unusa untuk saling berinteraksi dan memperoleh pengalaman belajar di ITS. Tentu untuk program studi yang memang ada di dua kampus tersebut,” kata Prof Bambang.
Dalam implementasinya, kerja sama Unusa dan ITS mencakup empat program akademik utama. Program tersebut meliputi credit transfer, joint degree atau double degree, joint supervision, serta fast track S1-S2 terintegrasi.
Melalui skema credit transfer, mahasiswa Unusa dapat mengambil mata kuliah tertentu di ITS. Mata kuliah yang ditempuh tersebut nantinya dapat diakui dan diintegrasikan ke dalam transkrip akademik mahasiswa.
Adapun skema joint degree dan double degree memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjalani masa studi di dua perguruan tinggi sesuai program yang disepakati. Salah satu pola yang disiapkan adalah skema 3+1, yakni mahasiswa menempuh tiga tahun pendidikan di Unusa dan satu tahun di ITS.
Selain pengalaman belajar lintas kampus, kerja sama ini juga membuka peluang penguatan riset mahasiswa melalui program joint supervision. Dalam skema tersebut, tugas akhir maupun penelitian mahasiswa dapat memperoleh pendampingan bersama dari dosen Unusa dan profesor atau peneliti ITS.
Program lain yang menjadi bagian dari kerja sama ini adalah Fast Track S1-S2 Terintegrasi. Melalui program tersebut, mahasiswa dari program studi yang memenuhi persyaratan dapat mulai mengambil mata kuliah jenjang magister ITS pada semester tujuh dan delapan saat masih menjalani pendidikan sarjana di Unusa.
Setelah menyelesaikan pendidikan S1 pada semester delapan, mahasiswa dapat melanjutkan semester sembilan dan sepuluh di ITS untuk menyelesaikan pendidikan magister. Dengan skema ini, mahasiswa berpeluang memperoleh gelar sarjana Unusa dan magister ITS dalam waktu lima tahun.
Program fast track tersebut diperuntukkan bagi program studi yang telah memenuhi persyaratan, termasuk program studi dengan akreditasi unggul.
Prof Tri Yogi menjelaskan, kerja sama dengan ITS menjadi bagian dari upaya Unusa menyiapkan mahasiswa menghadapi perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Menurutnya, mahasiswa saat ini tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik sesuai bidang keilmuan. Mereka juga perlu memiliki pengalaman lintas disiplin, kemampuan beradaptasi, jaringan akademik, serta kesempatan terlibat dalam lingkungan riset dan teknologi.
Dalam penyambutan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027, Rektor Unusa juga mengingatkan pentingnya membangun karakter sejak awal perkuliahan. Ia menekankan empat karakter utama yang harus dimiliki mahasiswa, yakni kerja keras, kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas.
Selain itu, mahasiswa Unusa juga didorong untuk menerapkan enam pilar karakter kampus, yaitu integritas, adab, sopan santun, empati, solidaritas, dan menghormati sesama.
"Kerja sama nasional dan internasional sudah kami bangun. Peluang-peluang akademik sudah kami siapkan. Namun semua itu tidak akan berarti jika mahasiswa menjadi pasif. Manfaatkan setiap kesempatan untuk belajar, berorganisasi, melakukan riset, dan mengembangkan diri," pesan Prof Tri Yogi kepada mahasiswa baru.
Melalui kerja sama bersama ITS tersebut, Unusa memperluas akses akademik bagi mahasiswa melalui berbagai pilihan pembelajaran, penelitian, dan pengembangan kompetensi di lingkungan perguruan tinggi. ((Nayla).