Notification

×

Iklan

Iklan

Mahasiswa UNAIR Kembangkan Deorans, Deodoran Tawas Lokal dengan Aroma Modern

Senin, 29 Juni 2026 | Juni 29, 2026 WIB Last Updated 2026-06-29T08:04:03Z
Kilas Java, Surabaya – Tren gaya hidup sehat mendorong masyarakat semakin selektif memilih produk perawatan tubuh, termasuk deodoran. Di tengah meningkatnya kebutuhan akan produk yang aman bagi kulit sekaligus nyaman digunakan, lima mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) menghadirkan Deorans, deodoran berbahan dasar tawas lokal yang dipadukan dengan aroma modern untuk meningkatkan daya saing produk alami di pasar.

Inovasi tersebut dikembangkan oleh Raihan Syah Rafi', Muhammad Fayyadh, Revanza Gammastyan, dan Daphni Najwa Halafendi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), bersama Salwa Dwi Putri Arditiya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Gagasan mereka berhasil memperoleh pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) pada kategori Manufaktur dan Teknologi Terapan.

Ketua tim, Raihan Syah Rafi', menjelaskan bahwa Deorans lahir dari keresahan terhadap penggunaan deodoran yang mengandung alkohol dan berpotensi memicu iritasi pada sebagian pengguna, terutama mereka yang memiliki kulit sensitif.

"Kami berusaha menghadirkan deodoran alternatif yang lebih aman tanpa mengurangi fungsinya sebagai penghilang bau badan," ujarnya.

Sebagai bahan utama, tim memilih tawas lokal karena memiliki sifat antimikroba yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau badan, termasuk Staphylococcus sp. Selain itu, tawas juga memiliki sifat astringen yang membantu mengurangi produksi keringat berlebih tanpa menghambat fungsi alami kelenjar keringat.

Tidak berhenti pada aspek fungsional, Deorans juga dirancang mengikuti preferensi konsumen masa kini. Produk tersebut hadir dengan berbagai pilihan aroma, seperti kopi, stroberi, dan bubblegum, sehingga mampu menghadirkan pengalaman penggunaan yang lebih segar sekaligus mengubah citra deodoran berbahan alami yang selama ini dianggap monoton.

"Kami ingin menunjukkan bahwa deodoran berbahan tawas juga bisa tampil modern dan relevan dengan selera masyarakat saat ini," kata Salwa Dwi Putri Arditiya.

Melalui pendekatan tersebut, tim berharap produk berbasis bahan alam tidak hanya dipandang sebagai alternatif kesehatan, tetapi juga memiliki nilai tambah dari sisi pengalaman pengguna dan daya tarik pasar.

Deorans menyasar kelompok usia produktif yang memiliki mobilitas tinggi, mulai dari mahasiswa, pekerja kantoran, hingga masyarakat yang aktif berolahraga. 

Segmen tersebut dinilai semakin terbuka terhadap produk perawatan tubuh yang mengedepankan keamanan bahan sekaligus mendukung gaya hidup sehat.

Daphni Najwa Halafendi menjelaskan, strategi pemasaran yang disusun tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga mengedepankan edukasi mengenai manfaat tawas sebagai bahan alami yang memiliki potensi besar dalam industri perawatan tubuh.

"Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa bahan alami lokal memiliki potensi besar untuk menjadi solusi kebutuhan sehari-hari," tutur Raihan.

Selain memberikan manfaat bagi pengguna, tim juga melihat penggunaan tawas sebagai bahan baku lokal dapat menjadi langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia sintetis yang masih mendominasi formulasi deodoran di pasaran. 

Inovasi tersebut diharapkan mampu membuka peluang pemanfaatan sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah yang kompetitif di industri perawatan tubuh Indonesia. (Nayla).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update