Notification

×

Iklan

Iklan

Kompak Berprestasi, Dua Saudari Kembar Tembus UNAIR Lewat SNBP

Kamis, 02 April 2026 | April 02, 2026 WIB Last Updated 2026-04-02T08:10:52Z
Kilas Java, Surabaya – Momen diterima di perguruan tinggi negeri menjadi capaian yang membanggakan bagi setiap siswa. Kebanggaan itu terasa berlipat bagi Carissa Elvina Angela dan Callista Elysia Angela. Saudari kembar ini berhasil menembus Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.

Keberhasilan keduanya tidak hanya mencerminkan konsistensi akademik, tetapi juga menunjukkan bagaimana perbedaan strategi belajar dapat menghasilkan capaian yang sama. Callista, misalnya, mengandalkan pendekatan kolaboratif dalam proses belajarnya. Ia menilai diskusi menjadi ruang yang efektif untuk menguji pemahaman sekaligus memperbaiki kesalahan secara langsung.

“Saya lebih suka belajar dengan berdiskusi, karena ada orang yang bisa langsung mengoreksi ketika saya keliru,” ujarnya.

Di sisi lain, Carissa memilih jalur yang berbeda. Ia lebih nyaman belajar secara mandiri karena merasa mampu menjaga fokus dan menghindari distraksi. Baginya, belajar bersama justru berpotensi mengalihkan perhatian dari tujuan utama.

“Kalau belajar bersama teman, sering kali malah jadi ngobrol dan kehilangan fokus,” kata Carissa.

Di tengah tuntutan akademik yang tinggi, keduanya tetap aktif dalam kegiatan non-akademik. Callista tercatat sebagai figur sentral dalam organisasi sekolah dengan menjabat sebagai Ketua OSIS saat kelas 10 dan Wakil Ketua OSIS di kelas 11. Sementara itu, Carissa menyalurkan minatnya di bidang olahraga dengan mengikuti ekstrakurikuler bola voli.

Pengalaman berorganisasi dan kegiatan ekstrakurikuler tersebut turut membentuk kedisiplinan serta kemampuan manajemen waktu, yang menjadi modal penting dalam menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi berbasis prestasi.

Dalam menentukan pilihan studi, keduanya mengaku tidak serta-merta menetapkan satu tujuan sejak awal. Mereka sempat mempertimbangkan Program Studi Ilmu Komunikasi sebelum akhirnya melakukan eksplorasi lebih jauh terhadap berbagai opsi yang tersedia. Bahasa dan Sastra Inggris kemudian dipilih sebagai bidang yang dinilai relevan dengan minat dan potensi yang dimiliki.

“Kami mencari informasi sebanyak mungkin sebelum menentukan pilihan. Akhirnya merasa cocok dengan Bahasa dan Sastra Inggris karena memang sesuai minat,” ujar Carissa.

Selain pemetaan minat, mereka juga menekankan pentingnya strategi dalam menghadapi SNBP. Konsistensi dalam menjaga nilai akademik menjadi faktor utama, diikuti dengan kesiapan mental untuk menghadapi berbagai kemungkinan.

Callista menambahkan bahwa setiap calon mahasiswa sebaiknya memiliki rencana cadangan sebagai bentuk antisipasi. Menurutnya, langkah tersebut bukan cerminan sikap pesimis, melainkan strategi rasional dalam menghadapi kompetisi yang ketat.

“Kami tetap menyiapkan opsi lain, tapi di saat yang sama juga konsisten memperdalam bidang yang diminati,” tuturnya.

Kisah Carissa dan Callista memperlihatkan bahwa keberhasilan dalam SNBP tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh kemampuan mengenali diri, menyusun strategi, serta menjaga konsistensi dalam proses belajar. (Nay).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update