Notification

×

Iklan

Iklan

Kolaborasi ITS dan BRIDA, Mangrove Surabaya Jadi Pusat Riset dan Inovasi

Jumat, 10 April 2026 | April 10, 2026 WIB Last Updated 2026-04-10T09:31:12Z
Kilas Java, Surabaya - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan taringnya sebagai kampus berbasis riset dan inovasi. Kali ini, ITS menggandeng Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya untuk mengembangkan konsep living laboratory di Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya.

Langkah ini bukan sekadar wacana. Peninjauan langsung dilakukan jajaran pimpinan ITS bersama BRIDA sebagai bagian dari implementasi kerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya. 

Kawasan mangrove seluas 34 hektare tersebut dinilai sebagai laboratorium alam yang ideal untuk menguji berbagai inovasi berbasis lingkungan.

Rektor ITS, Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD, menegaskan bahwa KRM memiliki potensi besar untuk menjadi pusat riset lintas disiplin. Tidak hanya biologi, tetapi juga teknologi maritim, perencanaan wilayah, hingga arsitektur.

Menurutnya, pendekatan living laboratory memungkinkan proses riset berjalan lebih aplikatif. Artinya, inovasi yang dikembangkan tidak berhenti di atas kertas, tetapi langsung diuji dalam ekosistem nyata.

Beberapa riset bahkan sudah berjalan. Peneliti ITS mulai menguji sensor berbasis Internet of Things (IoT) untuk pemantauan lingkungan mangrove. Selain itu, riset pengembangan benih padi yang mampu beradaptasi di lahan pesisir juga tengah dilakukan.

Keterlibatan mahasiswa menjadi nilai tambah. Departemen Biologi berperan dalam riset biodiversitas dan konservasi, sementara Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) serta Arsitektur difokuskan pada penataan kawasan agar tetap ekologis sekaligus menarik sebagai destinasi wisata edukatif.

ITS juga mendorong inovasi transportasi ramah lingkungan di kawasan tersebut. Penggunaan perahu berbahan bakar diesel dinilai berpotensi merusak ekosistem karena polusi suara dan emisi. 

Sebagai alternatif, ITS mengusulkan pengembangan kapal berbasis tenaga surya dan motor listrik.

Kepala BRIDA Kota Surabaya, Dr Agus Imam Sonhaji ST MMT, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam mempercepat pemanfaatan teknologi di kawasan pesisir. Ia menilai kekuatan ITS dalam energi baru terbarukan dan teknologi maritim dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Tak hanya aspek riset, proyek ini juga diarahkan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi warga melalui pendekatan silvofishery atau wanamina. Konsep ini menggabungkan pelestarian mangrove dengan aktivitas ekonomi produktif masyarakat pesisir.

Ke depan, Kebun Raya Mangrove Surabaya diproyeksikan tidak hanya sebagai kawasan konservasi, tetapi juga pusat edukasi, inovasi, dan pengembangan ekonomi berbasis lingkungan di Kota Pahlawan. (Nayla).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update