KILAS JAVA, SURABAYA – Di tengah persaingan dunia usaha yang semakin kompetitif, Fixprint Indonesia memilih membangun perusahaan tidak hanya melalui strategi bisnis, tetapi juga lewat penguatan nilai-nilai spiritual. Komitmen itu kembali terlihat pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah dengan penyembelihan empat hewan kurban di kantor pusat perusahaan, Sabtu (30/5/2026).
Empat hewan kurban tersebut terdiri atas dua ekor sapi dan dua ekor kambing. Salah satu sapi yang dikurbankan menjadi perhatian karena memiliki bobot mencapai 746 kilogram atau hampir tiga perempat ton.
Pelaksanaan kurban berlangsung di kantor pusat Fixprint Indonesia, Jalan Raya Karang Klumprik Nomor 24, Wiyung, Surabaya. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 95 karyawan yang secara gotong royong mengambil bagian dalam seluruh rangkaian acara.
General Manager Fixprint Indonesia Muhammad Ali Mustofa mengatakan, kurban yang dilaksanakan perusahaan bukan sekadar agenda tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkuat nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian yang selama ini ditanamkan kepada seluruh karyawan.
Menurutnya, keberhasilan perusahaan memperluas jaringan usaha ke berbagai daerah tidak dapat dilepaskan dari budaya kerja yang dibangun sejak awal. Budaya tersebut menempatkan aspek keagamaan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas profesional.
Di lingkungan kerja Fixprint Indonesia, kata Ali, seluruh karyawan dibiasakan melaksanakan salat tepat waktu. Perusahaan bahkan memberikan waktu khusus agar karyawan dapat menunaikan salat berjemaah tanpa mengganggu produktivitas kerja.
"Ketika waktu Zuhur tiba, seluruh aktivitas dihentikan sementara dan karyawan diarahkan untuk melaksanakan salat berjemaah di musala perusahaan," ujarnya.
Selain pembiasaan ibadah, manajemen juga terus menanamkan pemahaman mengenai pentingnya bekerja dengan penuh keikhlasan.
Ali menilai, seseorang yang bekerja dengan orientasi ibadah akan memiliki tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan mereka yang hanya berorientasi pada target materi.
Ia menjelaskan, perusahaan berupaya membangun kesadaran bahwa setiap pekerjaan, sekecil apa pun, akan memperoleh balasan dari Allah SWT. Karena itu, karyawan tidak diajarkan untuk menghitung untung-rugi dalam bekerja, melainkan fokus memberikan kontribusi terbaik.
"Dengan pemahaman itu, muncul kesadaran dalam diri karyawan untuk bekerja secara maksimal meskipun tidak ada atasan yang mengawasi secara langsung," katanya.
Ali menambahkan, pembentukan karakter karyawan juga dilakukan melalui berbagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin. Setiap pekan, perusahaan menggelar pengajian Al-Qur'an dan kajian fikih yang diikuti oleh para karyawan.
Program tersebut bertujuan memperluas pemahaman agama sekaligus membangun fondasi moral yang kuat dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan profesi.
"Kami ingin seluruh karyawan memahami bahwa belajar agama adalah proses sepanjang hayat. Dengan pemahaman yang baik, mereka dapat membedakan mana yang halal, mana yang haram, serta memahami pentingnya keberkahan dalam bekerja," tuturnya.
Menurut Ali, pendekatan tersebut membuat berbagai program pembinaan yang dijalankan perusahaan lebih mudah diterima oleh karyawan. Sebab, mereka telah memiliki pemahaman yang cukup mengenai nilai-nilai yang menjadi dasar setiap kebijakan perusahaan.
Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat ukhuwah islamiyah di kalangan pelaku usaha muslim. Menurutnya, sinergi dan semangat saling mendukung perlu terus dibangun agar keberhasilan usaha tidak hanya dinikmati secara individu, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Pada momentum Iduladha, Ali mengingatkan bahwa makna kurban sesungguhnya terletak pada kesiapan seseorang untuk berkorban demi menjalankan perintah Allah SWT. Nilai tersebut menjadi pelajaran penting yang diwariskan oleh Nabi Ibrahim AS kepada umat Islam.
"Iduladha mengajarkan tentang kepatuhan dan cinta kepada Allah. Apa yang kita korbankan hari ini sebenarnya masih sangat kecil dibandingkan pengorbanan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS," ujarnya.
Melalui kegiatan kurban ini, manajemen berharap seluruh karyawan dapat mengambil hikmah tentang pentingnya keikhlasan dalam kehidupan. Bahwa terkadang seseorang harus rela memberikan sesuatu untuk mendapatkan kebaikan yang lebih besar di kemudian hari.
Ali berharap pertumbuhan perusahaan ke depan tidak hanya diukur dari pencapaian bisnis, tetapi juga dari peningkatan kualitas iman dan takwa seluruh keluarga besar Fixprint Indonesia.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh karyawan yang terlibat dalam pelaksanaan kurban tahun ini. Menurutnya, partisipasi aktif para karyawan menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan yang terbangun di lingkungan perusahaan.
Sementara itu, Direktur Fixprint Indonesia Lukman Hakim berharap kegiatan kurban dapat terus berlangsung dan berkembang pada tahun-tahun mendatang. Ia menilai semakin banyak pihak yang terlibat dalam aktivitas sosial dan keagamaan, semakin besar pula manfaat yang akan dirasakan masyarakat.
Lukman juga mengajak para pengusaha muslim untuk menjadikan Iduladha sebagai momentum memperluas kepedulian sosial dan memperkuat kontribusi bagi umat.
"Harapan kami, semakin banyak pengusaha muslim yang berlomba dalam kebaikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan," katanya. (Nayla).

