Kilas Java, Surabaya – Suasana Ramadan di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) semakin semarak. Melalui Ramadan Festival yang digelar di kawasan Masjid Manarul Ilmi ITS, Sabtu (7/3/2026), mahasiswa menghadirkan berbagai kegiatan sosial, kompetisi, hingga layanan gratis bagi masyarakat.
Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian Ramadan di Kampus (RDK) ke-47 ITS yang setiap tahun diselenggarakan oleh mahasiswa. Selain memperkuat nuansa religius di lingkungan kampus, agenda tersebut juga dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas.
Ketua RDK 47 ITS Bara Ardiwinata mengatakan, Ramadan Festival tahun ini menghadirkan sejumlah layanan bagi jamaah masjid dan warga sekitar. Menurutnya, masjid kampus memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial.
“Tidak hanya menyediakan sahur dan buka puasa bersama, kami ingin menghadirkan layanan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ujar Bara.
Rangkaian Ramadan Festival dimulai setelah pembukaan pada malam Nuzulul Qur’an sehari sebelumnya. Salah satu agenda utama adalah Ramadan Islamic Competition (RIC) 2026 yang terbuka bagi pelajar SMA dan mahasiswa program sarjana dari berbagai daerah di Pulau Jawa.
Kompetisi tersebut mengangkat tema Berlayar Meraih Energi di Tengah Derasnya Teknologi dalam Bulan Penuh Arti. Tema ini diharapkan mampu mendorong generasi muda untuk memadukan semangat religius dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sebanyak enam cabang lomba digelar dalam RIC 2026. Di antaranya lomba poster yang diikuti 50 peserta, videografi 124 peserta, lomba dai 50 peserta, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) 41 peserta, Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) 50 peserta, serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) dengan 40 peserta.
Dua cabang lomba, yakni poster dan videografi, diselenggarakan secara daring. Skema tersebut memungkinkan peserta dari berbagai daerah tetap bisa mengikuti kompetisi tanpa harus hadir langsung di Surabaya.
Selain kompetisi, Ramadan Festival juga dimeriahkan dengan kegiatan Iftar Fest yang berlangsung selama dua hari sejak Jumat (6/3). Sebanyak 17 gerai makanan dan minuman dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kota Surabaya turut ambil bagian.
Bara menjelaskan, keterlibatan UMKM bertujuan memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal sekaligus menciptakan suasana berbuka puasa yang lebih semarak di lingkungan Masjid Manarul Ilmi.
“Kami ingin masjid ini juga menjadi ruang berkumpul yang hidup bagi mahasiswa dan masyarakat,” terangnya.
Tidak hanya itu, panitia juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Program ini digelar bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Kedokteran ITS.
Sebanyak 200 warga memanfaatkan layanan tersebut untuk melakukan pengecekan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol. Mereka juga dapat berkonsultasi langsung dengan tenaga medis dan mahasiswa kedokteran.
Layanan sosial lainnya adalah ganti oli dan pengecekan kendaraan bermotor gratis. Program ini ditujukan bagi 100 mahasiswa ITS serta pengemudi ojek online yang beraktivitas di sekitar kampus.
Kegiatan tersebut digelar bersama Lembaga Bengkel Mahasiswa Mesin ITS. Menurut Bara, program ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap keselamatan berkendara sekaligus sarana kolaborasi lintas organisasi mahasiswa.
Beragam kegiatan dalam Ramadan Festival RDK 47 ITS ini juga mendukung komitmen kampus terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada tujuan tanpa kelaparan, kehidupan sehat dan sejahtera, serta pendidikan berkualitas bagi masyarakat. (Nay).

