Notification

×

Iklan

Unik! Perayaan Cap Go Meh di Surabaya Sekaligus Ulang Tahun Anjing, Digelar di Gedung Mewah

Rabu, 25 Februari 2026 | Februari 25, 2026 WIB Last Updated 2026-02-25T15:06:42Z
Kilas Java, Surabaya – Perayaan Cap Go Meh di Surabaya tahun ini menghadirkan pemandangan tak biasa. Di sebuah gedung di kawasan Jalan Raya Gubeng, perayaan hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek itu dikemas layaknya resepsi pernikahan mewah. 

Bukan untuk mempelai manusia, melainkan untuk dua anjing peliharaan yang merayakan ulang tahun keduanya.

Adalah Scania dan Shadow, dua anjing kesayangan milik Lulu dan Jeni, yang menjadi pusat perhatian. Keduanya duduk di pelaminan dengan dekorasi khas Tionghoa bernuansa merah dan emas. 

Atraksi barongsai serta kehadiran Dewa Rejeki turut menyemarakkan suasana, menambah semarak perayaan Cap Go Meh yang biasanya identik dengan makan malam keluarga.

Cap Go Meh merupakan penutup rangkaian Tahun Baru Imlek. Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, momen ini dimaknai sebagai waktu untuk mengantar kembali arwah leluhur dan para dewa ke khayangan. 

Pada saat yang sama, keluarga berkumpul, bersantap bersama, dan mempererat hubungan kekeluargaan.

Di tengah tradisi tersebut, Lulu dan Jeni memilih menghadirkan makna yang lebih personal. Bagi mereka, hewan peliharaan bukan sekadar penjaga rumah, melainkan bagian dari keluarga.

“Ini bentuk rasa syukur kami untuk merayakan ulang tahun anjing milik kami. Tak hanya itu, juga sebagai pembelajaran bagi pemilik anjing agar semakin sayang,” ujar Lulu.

Ia berharap momen tersebut menjadi pengingat bagi para pemilik hewan untuk bertanggung jawab hingga akhir hayat peliharaannya. “Di momen Cap Go Meh sekaligus ulang tahun anjing saya ini, saya berharap semua pemilik hewan peliharaan—baik itu anjing, kucing, hingga peliharaan apa pun—untuk selalu menyayangi dan mencintai mereka hingga akhir hayat,” tambahnya.

Dalam kepercayaan Tionghoa, hewan diyakini memiliki Yi atau nilai peruntungan bagi pemiliknya. Karena itu, memperlakukan hewan dengan kasih sayang dianggap sebagai bagian dari harmoni hidup dan ungkapan syukur atas rezeki yang diterima.

Acara tersebut juga dihadiri komunitas pencinta anjing di Surabaya. Selain menjadi ajang perayaan, kegiatan itu sekaligus mempererat jejaring sosial antarpemilik hewan. Tawa, swafoto, dan obrolan hangat mewarnai malam penutup perayaan Imlek tersebut.

Di tengah arus modernitas, tradisi dan ekspresi kasih sayang menemukan bentuk baru. Cap Go Meh tak hanya menjadi ritual budaya, tetapi juga ruang untuk menegaskan nilai keluarga—dalam arti yang semakin luas. (Nay).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update