KILAS JAVA, KOTA BATU - Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Batu menggelar buka puasa bersama Kapolres Batu dan organisasi kepemudaan se-Kota Batu di Senyum World Hotel, Kamis, 26 Februari 2026.
Pertemuan ini menjadi ruang dialog antara kepolisian dan elemen pemuda dalam membahas penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolres Batu AKBP Aris Purwanto hadir langsung dalam agenda tersebut. Ia menegaskan bahwa kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga stabilitas wilayah.
Menurut dia, keterlibatan publik merupakan prasyarat utama terciptanya situasi yang kondusif.
“Dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di Kota Batu, polisi tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan sinergisitas dengan seluruh elemen masyarakat. Mari bersama-sama menjaga Kota Batu agar tetap aman, tertib, dan kondusif,” ujar Aris, Jumat, 27 Februari 2026.
Aris menyoroti posisi Kota Batu sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Timur. Kota ini menjadi tujuan ribuan wisatawan setiap akhir pekan dan musim libur. Karena itu, ia memandang stabilitas keamanan sebagai fondasi utama bagi keberlanjutan sektor pariwisata.
“Kota Batu adalah kota wisata. Karena itu, kita harus membangun sinergi untuk menciptakan kota yang disenangi wisatawan, dengan situasi yang lancar, aman, dan kondusif,” katanya.
Dalam forum yang dihadiri anggota Pemuda Pancasila dan sejumlah tokoh organisasi kepemudaan, Aris juga mengungkap kondisi internal kepolisian. Saat ini, Polres Batu diperkuat sekitar 522 personel.
Jumlah tersebut, menurut dia, belum ideal untuk melakukan pengawasan menyeluruh tanpa dukungan partisipasi masyarakat.
“Kami membutuhkan masukan dan kritik yang membangun. Dengan jumlah anggota sekitar 522 personel, tidak mungkin saya mengawasi semuanya secara langsung,” ujarnya.
Ia membuka ruang kritik konstruktif terhadap pelayanan kepolisian. Bagi Aris, pengawasan publik dan partisipasi warga menjadi instrumen penting dalam memperbaiki kualitas layanan serta mencegah potensi pelanggaran di lapangan.
Kepada para pemuda yang hadir, ia mengajak mereka mengambil peran sebagai pelopor keamanan di lingkungan masing-masing.
Peran itu, menurut dia, tidak hanya sebatas menjaga ketertiban, tetapi juga menjadi penghubung informasi antara warga dan aparat.
“Jika semua yang hadir di sini menjadi pelopor keamanan dan ketertiban, saya yakin semakin banyak masyarakat yang tertib dan merasa aman,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Aris kembali mengingatkan warga mengenai layanan darurat 110.
Layanan tersebut disiapkan sebagai kanal pengaduan cepat bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian dalam situasi mendesak.
Melalui optimalisasi saluran ini, kepolisian berharap respons terhadap laporan warga dapat dilakukan lebih cepat dan terukur. (Nay).

