Notification

×

Iklan

ITS–Hochschule Wismar Resmikan Kerja Sama Magister Double Degree Bidang Kemaritiman

Rabu, 25 Februari 2026 | Februari 25, 2026 WIB Last Updated 2026-02-25T14:56:16Z
KILAS JAVA, SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember kembali memperluas jejaring internasionalnya. Kampus teknologi yang berbasis di Surabaya itu menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan Hochschule Wismar, Jerman, untuk penyelenggaraan program magister gelar ganda di Departemen Teknik Transportasi Laut (Transla). Penandatanganan berlangsung di Gedung Rektorat ITS, Rabu, 25 Februari 2026.

Rektor ITS, Prof Bambang Pramujati, mengatakan kerja sama dengan kampus asal Jerman tersebut bukanlah inisiatif baru. 

Kedua institusi telah lama berkolaborasi dalam bidang kemaritiman, terutama melalui program gelar ganda sarjana dan magister di Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS. 

“Kerja sama ini telah berhasil menghasilkan lulusan internasional yang kompeten dan profesional dalam bidang ini,” ujarnya.

Menurut Bambang, penandatanganan MoA kali ini merupakan kelanjutan dari relasi akademik yang telah teruji. Ia menilai kepercayaan yang terbangun antarinstitusi menjadi fondasi penting untuk investasi jangka panjang di sektor kemaritiman global. 

Bagi ITS, kolaborasi lintas negara bukan sekadar memperluas akses akademik, melainkan juga memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem industri maritim dunia. 

“Harapannya hal ini dapat bermanfaat untuk masing-masing institusi dan negara, serta komunitas maritim dunia,” kata Guru Besar Teknik Mesin itu.

Kerja sama tersebut turut mendapat perhatian dari Pemerintah Jerman. Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, menyebut skema pertukaran pelajar dalam program ini sebagai langkah strategis yang melampaui orientasi akademik semata. 

Mahasiswa, kata dia, tidak hanya memperoleh gelar ganda, tetapi juga pengalaman lintas budaya dan perspektif global dalam memahami isu-isu kemaritiman. 

“Program ini bukan sekadar untuk mendapatkan gelar, tetapi juga agar menghasilkan lulusan yang dapat kembali dan berkontribusi di negaranya,” ujarnya.

Dari pihak Hochschule Wismar, Prof Marianne Schmolke melihat potensi kolaborasi yang lebih luas di tengah tantangan global, termasuk transformasi industri maritim dan kebutuhan inovasi berkelanjutan. 

Ia menekankan pentingnya riset terapan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia yang mampu menjawab persoalan nyata di sektor transportasi laut. 

“Saya rasa kita dapat saling belajar dalam menciptakan masa depan yang lebih baik,” tuturnya.

Bagi ITS, penguatan kerja sama internasional ini juga sejalan dengan komitmen mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin keempat tentang pendidikan berkualitas dan poin ke-17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan. 

Melalui program gelar ganda tersebut, ITS dan Hochschule Wismar menargetkan lahirnya lulusan magister yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga daya saing global di bidang kemaritiman. (Nay).
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update