Kilas Java, Surabaya – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali memperluas jejaring internasional di sektor kesehatan dan pendidikan dengan memperkuat kerja sama strategis bersama Institut Jantung Negara (IJN) Hospital serta IJN University College (IJN UC), Malaysia. Kolaborasi ini mencakup pengembangan pendidikan kedokteran, riset kardiovaskular, hingga peningkatan kualitas layanan pasien.
Penguatan kemitraan tersebut ditandai dengan kunjungan resmi delegasi UNAIR yang dipimpin langsung oleh Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan, SE, MSi, MFin, bersama jajaran pimpinan universitas. Kunjungan ini menjadi penegasan komitmen UNAIR dalam membangun kolaborasi internasional yang tidak bersifat simbolik, melainkan berorientasi pada keberlanjutan dan dampak nyata.
Dalam pertemuan tersebut, UNAIR menyampaikan apresiasi atas implementasi Memorandum of Agreement (MoA) yang telah berjalan, khususnya program fellowship bagi tenaga medis.
Program ini dinilai berhasil memperkuat kompetensi klinis sekaligus memperluas wawasan internasional tenaga kesehatan.
UNAIR juga menyambut positif proses transisi pengelolaan program fellowship yang selama ini dijalankan melalui IJN University College.
Transisi tersebut dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi akademik, menjaga standar mutu pendidikan, serta memastikan kesinambungan program pengembangan sumber daya manusia di bidang kardiovaskular.
Rektor UNAIR Prof Muhammad Madyan menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan pemahaman sekaligus memperluas cakupan kerja sama lintas disiplin. Ia menekankan bahwa kolaborasi tidak lagi terbatas pada fakultas kedokteran semata.
“Pertemuan hari ini memberikan kesempatan bagi kita untuk menyelaraskan pemahaman sekaligus memperluas pengembangan kerja sama dengan Fakultas Farmasi, Fakultas Keperawatan, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat,” ujar Prof Madyan.
Diskusi antara kedua institusi berlangsung intens dan konstruktif, terutama dalam perumusan draf kerja sama baru yang direncanakan berlaku untuk lima tahun ke depan.
Kedua belah pihak sepakat memperkuat kemitraan yang tidak hanya berfokus pada kepentingan akademik, tetapi juga memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan layanan kesehatan jantung.
Selain penguatan program yang telah berjalan, UNAIR mendorong perluasan kolaborasi ke sejumlah sektor strategis.
Di antaranya observasi klinis dan pengembangan layanan pasien guna meningkatkan standar pelayanan kardiovaskular, riset bersama di bidang penyakit jantung dan pembuluh darah, serta penguatan mobilitas staf dan mahasiswa melalui skema pertukaran akademik dengan IJN University College.
Di bidang keperawatan, kerja sama juga diarahkan pada pelatihan spesifik yang menitikberatkan pada penguatan kompetensi keperawatan kritis, kamar operasi, serta keperawatan kardiovaskular.
Langkah ini dinilai relevan dengan meningkatnya kebutuhan tenaga kesehatan yang memiliki keahlian khusus dan berstandar internasional.
Melalui penguatan kemitraan ini, UNAIR berharap dapat membangun kolaborasi jangka panjang yang mengintegrasikan tiga pilar utama perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan layanan kesehatan.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan ilmu medis sekaligus peningkatan kualitas hidup masyarakat, baik di Indonesia maupun Malaysia. (Red).



